RADAR BANYUWANGI – Kursi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) dipastikan tidak akan kosong setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti otomatis ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan melalui mekanisme konstitusional.
Penunjukan Destry diumumkan pemerintah bersamaan dengan diterimanya surat pengunduran diri Perry Warjiyo oleh Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026). Presiden juga akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai dasar pemberhentian resmi Perry dari jabatan yang telah diembannya selama hampir tujuh tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, proses transisi kepemimpinan BI sepenuhnya mengacu pada Undang-Undang Bank Indonesia sehingga stabilitas kebijakan moneter tetap terjaga.
Otomatis Isi Jabatan Gubernur BI Sementara
Berdasarkan UU Bank Indonesia, apabila jabatan Gubernur BI kosong, maka Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas sebagai pejabat sementara hingga Presiden mengajukan calon gubernur definitif kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Dengan mekanisme tersebut, Destry Damayanti kini memegang tanggung jawab memimpin bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter, nilai tukar rupiah, inflasi, hingga sistem pembayaran nasional selama masa transisi.
Pemerintah juga memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan tetap berjalan erat agar kebijakan moneter dan fiskal tetap selaras di tengah dinamika ekonomi global.
Ekonom Senior Berpengalaman
Destry Damayanti bukan nama baru di dunia ekonomi Indonesia. Perempuan kelahiran Jakarta tersebut memiliki rekam jejak panjang sebagai ekonom, analis kebijakan, hingga pejabat publik.
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Destry dikenal sebagai ekonom di sektor perbankan dan pasar keuangan. Ia juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan pada era Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dengan fokus pada analisis kebijakan ekonomi dan reformasi sektor keuangan.
Kariernya di Bank Indonesia dimulai setelah mendapat persetujuan DPR untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, posisi strategis yang menjadikannya orang nomor dua di bank sentral.
Selama berada di BI, Destry aktif mengawal berbagai kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat digitalisasi sistem pembayaran, hingga meningkatkan koordinasi antara bank sentral dan pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi global.
Fokus Jaga Kepercayaan Pasar
Penunjukan Destry dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan Bank Indonesia. Sebagai pejabat sementara, ia akan memastikan seluruh instrumen moneter tetap berjalan normal, termasuk pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta pengawasan sistem pembayaran nasional.
Pemerintah berharap transisi kepemimpinan tidak memengaruhi kepercayaan pelaku pasar maupun investor terhadap perekonomian Indonesia.
Menunggu Gubernur BI Definitif
Meski Destry telah resmi menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur BI, pemerintah belum mengumumkan nama calon gubernur definitif yang akan menggantikan Perry Warjiyo.
Sesuai prosedur, Presiden akan mengajukan satu nama kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan melalui Keputusan Presiden sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru.
Hingga proses tersebut selesai, Destry Damayanti akan memimpin Bank Indonesia dengan mandat menjaga stabilitas moneter dan memastikan seluruh fungsi bank sentral tetap berjalan optimal di tengah tantangan ekonomi domestik maupun global. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com, AntaraNews