RADAR BANYUWANGI – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menghadapi perubahan jajaran direksi tidak lama setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kurang dari satu bulan sejak penawaran umum perdana saham (IPO), salah satu direkturnya, Grandy Prajayakti, mengajukan pengunduran diri.
Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Manajemen mengungkapkan surat pengunduran diri Grandy diterima perusahaan pada 22 Juli 2026, dengan alasan pribadi.
Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, mengatakan perseroan telah menerima permohonan tersebut dan akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.
"Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi," ujar Rumunggu dalam keterbukaan informasi yang dikutip Sabtu (25/7/2026).
Meski terjadi perubahan di jajaran direksi, manajemen memastikan pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap operasional perusahaan, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun keberlangsungan usaha RANS.
Perseroan menegaskan seluruh aktivitas bisnis tetap berjalan sesuai rencana, sehingga para pemegang saham maupun investor tidak perlu mengkhawatirkan keberlangsungan operasional perusahaan.
"Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," lanjut Rumunggu.
Pengunduran Diri Akan Diputuskan Melalui RUPS
Sesuai ketentuan yang berlaku bagi perusahaan terbuka, permohonan pengunduran diri tersebut belum otomatis efektif. RANS akan membawa agenda tersebut ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memperoleh persetujuan para pemegang saham.
Langkah tersebut merupakan bagian dari tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang wajib dipenuhi oleh emiten di Bursa Efek Indonesia.
"Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Baru IPO, Saham RANS Sempat Langsung ARA
Kabar pergantian direksi ini muncul ketika RANS masih menjadi salah satu emiten baru yang menyita perhatian pasar.
Pada hari pertama perdagangan saham di BEI, saham RANS langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) setelah melonjak 34,12 persen atau naik 58 poin ke level Rp228 per saham, dari harga penawaran umum sebesar Rp170 per saham.
Dalam proses IPO yang digelar pada awal Juli 2026, RANS melepas 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
Saat seremoni pencatatan saham perdana di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026, Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menegaskan bahwa perusahaan ingin membangun industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif. Tantangan berikutnya adalah mengubah kreativitas menjadi intellectual property yang mampu berkembang menjadi perusahaan profesional sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
Manajemen sebelumnya telah mengungkapkan arah penggunaan dana hasil IPO sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis perseroan.
Sekitar 37,61 persen dana atau sekitar Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan berbagai konser dan kegiatan hiburan. Sementara 19,80 persen atau sekitar Rp85 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Dengan adanya pengunduran diri salah satu direktur di awal perjalanan sebagai perusahaan terbuka, perhatian investor kini tertuju pada langkah RANS dalam menjaga stabilitas manajemen sekaligus merealisasikan agenda ekspansi yang telah dipaparkan saat IPO. Meski demikian, berdasarkan keterangan resmi perseroan, perubahan susunan direksi tersebut dipastikan tidak memengaruhi kinerja operasional maupun rencana bisnis perusahaan. (*)
Editor : Ali Sodiqin