RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah terus mendorong kemandirian sektor material konstruksi nasional. Salah satu langkah konkret yang mulai diterapkan adalah penggunaan campuran Aspal Buton (Asbuton) sebesar 30 persen atau formula A30 pada sejumlah ruas jalan tol strategis di Indonesia.
Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) menjadi salah satu proyek prioritas yang akan menggunakan teknologi aspal berbahan baku dalam negeri tersebut. Selain Probowangi, penerapan A30 juga dilakukan pada Tol Banda Aceh–Sigli, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), serta Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.
Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengolahan Aspal Buton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan. Regulasi ini diterbitkan sebagai upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap aspal impor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan cadangan aspal alam yang melimpah di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penggunaan Aspal Buton menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat industri material konstruksi nasional. Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menjaga efisiensi belanja infrastruktur pemerintah.
"Alasan pakai aspal A30 karena untuk mengurangi impor aspal," ujar Dody, dikutip Antara.
Menurut Dody, penetapan kadar campuran Aspal Buton sebesar 30 persen dilakukan secara bertahap. Skema tersebut mengadopsi pola implementasi program biodiesel yang meningkat secara gradual, seperti dari B10 menuju B20.
Ke depan, peningkatan kadar campuran Asbuton akan mempertimbangkan kesiapan industri pengolahan nasional, hasil evaluasi teknis di lapangan, serta aspek keekonomian agar tidak membebani anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan.
"Jadi secara gradual kita naikkan kadar dari aspal Butonnya, tapi tetap memperhatikan nilai keekonomiannya. Sehingga kemudian APBN yang biasa digunakan untuk membangun dan preservasi jalan tidak membengkak," lanjutnya.
Pada tahap awal, penerapan Aspal Buton A30 difokuskan pada ruas-ruas jalan tol yang memiliki peran strategis. Bahkan, sebagian ruas tersebut dirancang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai jalur transportasi sekaligus landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
Pemilihan empat ruas tol tersebut diharapkan menjadi pembuktian bahwa material aspal olahan dalam negeri mampu memenuhi standar tinggi pembangunan infrastruktur nasional. Tidak hanya untuk kebutuhan sipil, tetapi juga mendukung infrastruktur yang memiliki fungsi pertahanan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara