Peserta dari Banyuwangi Ikut Meriahkan Lovina Festival 2026, Pemkab Buleleng Bali Optimistis Festival Dongkrak Kunjungan dan Ekonomi Lokal

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:05 WIB
Pemkab Buleleng menargetkan 25 ribu kunjungan wisatawan pada Lovina Festival 2026 yang berlangsung 24-28 Juli. (Radar Bali)
Pemkab Buleleng menargetkan 25 ribu kunjungan wisatawan pada Lovina Festival 2026 yang berlangsung 24-28 Juli. (Radar Bali)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng membidik sedikitnya 25 ribu kunjungan wisatawan pada penyelenggaraan Lovina Festival 2026. Agenda pariwisata tahunan yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu akan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Juli 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan seluruh persiapan pelaksanaan telah rampung. Pemerintah daerah optimistis festival tersebut tidak hanya menjadi etalase promosi destinasi wisata Bali Utara, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Dari kesiapan, hari ini sudah 100 persen. Semua sudah siap dan kami meminta panitia bersama komunitas menyelesaikan penataan venue agar seluruh rangkaian Lovina Festival berjalan lancar," ujar Sutjidra dalam jumpa pers di Spice Dive Beach Club Lovina, Kamis (23/7/2026), dikutip Antara.

Optimisme itu didukung tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang digelar. Salah satu agenda yang paling diminati adalah lomba perahu layar mini dengan jumlah peserta mencapai 1.230 orang. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga datang dari daerah lain, termasuk Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut Sutjidra, tingginya partisipasi tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, serta perputaran ekonomi masyarakat selama festival berlangsung. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi penerima manfaat terbesar.

Dampak positif terhadap sektor akomodasi juga mulai dirasakan pelaku pariwisata di kawasan Lovina. Tokoh pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa atau Mang Dauh, mengungkapkan bahwa tingkat pemesanan kamar hotel meningkat signifikan sejak festival dipromosikan.

Bahkan, menurutnya, sejumlah hotel di kawasan Lovina telah penuh dipesan. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Buleleng selama penyelenggaraan festival.

Memasuki tahun ke-12 pelaksanaan, Lovina Festival 2026 mengusung tema "Theatre of Dolphins". Penanggung Jawab Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan tema tersebut menggambarkan Lovina sebagai panggung alam terbuka yang menjadi habitat lumba-lumba, sekaligus ruang harmonis yang memadukan alam, budaya, masyarakat, dan kearifan lokal.

Tahun ini, durasi festival diperpanjang menjadi lima hari. Kebijakan tersebut diambil untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan sehingga dampak ekonomi bagi pelaku usaha pariwisata maupun masyarakat lokal dapat semakin optimal.

Pelaksanaan festival dipusatkan di dua lokasi utama. Kawasan Tasikmadu akan menjadi pusat kegiatan pada 24–26 Juli dengan sasaran wisatawan mancanegara. Selanjutnya, Pantai Binaria menjadi lokasi utama pada 26–28 Juli yang difokuskan bagi wisatawan domestik.

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan beragam atraksi, mulai dari pertunjukan seni tradisional dan modern, atraksi budaya sapi gerumbungan, lomba perahu layar mini, Lovina Cross Country, Gerakan Gemar Makan Ikan, bedah buku, diskusi ekonomi kreatif, hingga pameran produk UMKM.

Lovina Festival 2026 juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas lokal. Keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Lovina sebagai salah satu destinasi unggulan Bali Utara sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Buleleng.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Lovina Festival Kharisma Event Nusantara bali bule banyuwangi