Tol Probolinggo-Banyuwangi Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Berfungsi Ganda

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:07 WIB
Proses pembangunan jalan tol Prosiwangi beberapa waktu lalu. Ruas Gending-Besuki kini sudah selesai. Tingga menunggu uji kelaikan untuk beroperasi secara penuh Juli 2026 mendatang. (Instagram @ptwijayakarya)
Proses pembangunan jalan tol Prosiwangi beberapa waktu lalu. Ruas Gending-Besuki kini sudah selesai. Tingga menunggu uji kelaikan untuk beroperasi secara penuh Juli 2026 mendatang. (Instagram @ptwijayakarya)

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat peran infrastruktur dalam mendukung sistem pertahanan nasional. Selain menunjang konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sejumlah ruas jalan tol kini dirancang memiliki fungsi ganda (dual use), yakni sebagai jalur transportasi umum sekaligus landasan darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sistem pertahanan negara yang semakin tangguh. Melalui konsep itu, jalan tol tetap beroperasi melayani lalu lintas harian, namun dapat dialihfungsikan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat.

Empat ruas jalan tol strategis telah dipersiapkan dengan spesifikasi khusus untuk mendukung fungsi tersebut. Ruas yang dimaksud meliputi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), serta Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.

Dody menjelaskan, Jalan Tol Banda Aceh–Sigli menjadi salah satu proyek yang tengah disiapkan agar dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat. Dalam kondisi normal, ruas tersebut tetap difungsikan sebagai jalan tol. Namun, ketika dibutuhkan dalam situasi darurat, ruas jalan dapat digunakan sebagai lokasi pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU.

Menurut dia, seluruh ruas tol yang ditetapkan telah dirancang agar tetap memberikan layanan optimal bagi masyarakat. Di sisi lain, spesifikasi teknis konstruksinya disesuaikan sehingga mampu menopang beban dan aktivitas operasional pesawat militer saat diperlukan.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya berorientasi pada kelancaran distribusi logistik maupun mobilitas masyarakat. Fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran negara juga diharapkan memiliki nilai strategis untuk mendukung kepentingan pertahanan dan keselamatan nasional.

"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," ujar Dody, dikutip Antara.

Melalui integrasi fungsi pertahanan tersebut, pemerintah berharap kesiapan sarana pendukung pertahanan nasional semakin kuat di berbagai daerah. Kehadiran Tol Probolinggo–Banyuwangi bersama tiga ruas strategis lainnya diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat kemampuan negara dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Tol Probolinggo Banyuwangi kementerian pu tni angkatan udara