Profil Sudaryono, Anak Petani yang Kini Dipercaya Prabowo Pimpin BGN

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:21 WIB
Jejak Sudaryono: Anak Petani, Doktor IPB, Kini Ditunjuk Jadi Kepala BGN. (Istimewa)
Jejak Sudaryono: Anak Petani, Doktor IPB, Kini Ditunjuk Jadi Kepala BGN. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Perjalanan Sudaryono menuju pucuk kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi babak baru dalam kariernya di pemerintahan. Sosok yang dikenal dengan sapaan Mas Dar itu kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN.

Penunjukan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Rabu (22/7/2026). Sudaryono dipilih setelah Nanik mengundurkan diri untuk fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Keputusan Prabowo menempatkan Sudaryono di BGN bukan tanpa alasan. Menurut Prasetyo, Sudaryono telah mengikuti pembahasan konsep program makan bergizi gratis (MBG) sejak awal, termasuk terlibat dalam diskusi mengenai aspek teknis program tersebut.

Latar belakang Sudaryono di sektor pertanian juga dianggap relevan. Sebab, keberhasilan program makan bergizi tidak terlepas dari ketersediaan bahan baku pangan yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kerja Kementerian Pertanian (Kementan).

Dengan penunjukan ini, Sudaryono akan menjabat sebagai Kepala BGN secara definitif dan tidak lagi merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Namun, sebelum namanya berada di lingkaran strategis pemerintahan, perjalanan Sudaryono bermula dari keluarga petani di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Anak Petani yang Meniti Jalan Panjang

Sudaryono kerap menyebut dirinya sebagai anak petani. Latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sekaligus memberi warna pada kiprahnya ketika masuk ke sektor pertanian dan pangan nasional.

Dalam sebuah kesempatan pada 2026, Sudaryono mengungkapkan bahwa orang tuanya bekerja sebagai petani. Ia juga pernah menempuh pendidikan selama lima tahun di Jepang sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Pengalaman tersebut membentuk perjalanan yang membawanya dari dunia pendidikan hingga ke sektor pemerintahan, BUMN, dan organisasi pertanian.

Sapaan Mas Dar pun melekat dalam berbagai aktivitasnya di ruang publik.

Menimba Pendidikan di SMA Taruna Nusantara

Salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikan Sudaryono adalah masa studinya di SMA Taruna Nusantara. Ia tercatat sebagai alumni angkatan ke-11.

Dalam berbagai kesempatan, Sudaryono menyebut pendidikan yang ditempuhnya di sekolah tersebut turut membentuk karakter dan nilai kepemimpinan.

Nilai seperti integritas, disiplin, dan kebersamaan menjadi bekal yang kemudian ia bawa dalam perjalanan kariernya.

Dari SMA Taruna Nusantara, perjalanan pendidikannya berlanjut hingga ke luar negeri sebelum akhirnya ia meraih gelar doktor di Indonesia.

Raih Gelar Doktor dari IPB University

Di bidang akademik, Sudaryono menyelesaikan pendidikan doktor di IPB University.

Disertasinya mengangkat tema "Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia".

Tema tersebut memiliki kaitan dengan pengalaman profesional Sudaryono yang sebelumnya pernah dipercaya mengisi posisi di sejumlah perusahaan dan lembaga negara.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Kementerian Pertanian, Sudaryono menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam enam tahun dan meraih IPK 4,0.

Latar akademik tersebut melengkapi pengalaman profesionalnya di sektor BUMN sebelum kemudian masuk ke pemerintahan.

Pernah Berkiprah di Bulog dan Pupuk Indonesia

Sebelum menjadi Wamentan, Sudaryono memiliki pengalaman di lingkungan badan usaha milik negara.

Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog. Posisi tersebut membuatnya bersentuhan langsung dengan salah satu institusi strategis yang berkaitan dengan tata kelola pangan nasional.

Sudaryono juga pernah menduduki posisi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia.

Dua pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang mempertemukan Sudaryono dengan isu pangan, pertanian, distribusi, hingga tata kelola BUMN.

Jejak inilah yang kemudian menjadi relevan ketika dirinya dipercaya masuk ke pemerintahan dan menangani sektor pertanian.

Dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian

Karier pemerintahan Sudaryono mencapai titik penting ketika ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 18 Juli 2024.

Sebagai Wamentan, ia terlibat dalam berbagai agenda pemerintah di bidang pertanian. Mulai dari peningkatan produksi pangan, swasembada pangan, pengurangan ketergantungan impor, modernisasi pertanian, hingga mendorong keterlibatan generasi muda.

Berbagai program peningkatan produksi juga menjadi perhatian, termasuk pompanisasi, pipanisasi, perbaikan irigasi, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih unggul, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal penting ketika Sudaryono dipercaya mengemban tugas baru di BGN.

Sebab, program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki mata rantai yang tidak terpisahkan dari sektor pangan dan pertanian.

Memimpin HKTI hingga 2030

Di luar pemerintahan, Sudaryono juga aktif dalam organisasi yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Ia terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2025–2030.

Terpilihnya Sudaryono dalam organisasi tersebut disebut menjadi bagian dari upaya menyatukan dualisme kepemimpinan HKTI yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Dalam kepemimpinannya, Sudaryono menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung agenda kedaulatan pangan nasional.

Posisi tersebut semakin memperkuat identitas Sudaryono sebagai figur yang memiliki irisan kuat dengan dunia pertanian dan pangan.

Kini Dipercaya Memimpin Badan Gizi Nasional

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menjadi fase baru dalam perjalanan kariernya.

Ia dipercaya menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Nanik memilih fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, Sudaryono dipilih karena sejak awal telah mengikuti pembahasan program makan bergizi gratis, termasuk konsep dan teknis pelaksanaannya.

Latar belakangnya sebagai Wamentan juga dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan BGN. Program penyediaan makanan bergizi membutuhkan dukungan bahan pangan yang kuat, sementara rantai pasok tersebut bersinggungan erat dengan sektor pertanian.

Prasetyo memastikan Sudaryono akan menjabat secara definitif dan tidak merangkap jabatan sebagai Wamentan.

Peralihan kepemimpinan tersebut sekaligus menempatkan Sudaryono di salah satu posisi strategis dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Dari seorang anak petani di Grobogan, menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan Jepang, meraih gelar doktor dari IPB University, berkiprah di lingkungan BUMN, hingga dipercaya menjadi Wamentan, perjalanan Sudaryono kini memasuki babak baru.

Tantangan berikutnya adalah memastikan BGN tetap bergerak tanpa jeda sekaligus mengawal program makan bergizi gratis agar berjalan sesuai target pemerintah.

Dengan pengalaman di sektor pertanian, pangan, BUMN, dan pemerintahan, Sudaryono kini menghadapi tugas yang berbeda: memimpin lembaga yang berada di garis depan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Ringkasan Profil Sudaryono

Aspek Keterangan
Nama Sudaryono
Sapaan Mas Dar
Latar belakang Anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah
Pendidikan SMA Taruna Nusantara; pernah menempuh pendidikan di Jepang; doktor IPB University
Gelar doktor IPB University
Disertasi Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia
Jabatan pemerintahan Wakil Menteri Pertanian sejak 18 Juli 2024
Pengalaman BUMN Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog; Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia
Organisasi Ketua Umum HKTI periode 2025–2030
Jabatan terbaru Kepala Badan Gizi Nasional
Keterangan penunjukan Menggantikan Nanik S. Deyang
Status jabatan Definitif dan tidak merangkap sebagai Wamentan

 

Editor : Ali Sodiqin
Kepala BGN Badan Gizi Profil Sudaryono Wamentan SUDARYONO