RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyusun langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah rekrutmen guru dan kepala sekolah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, seluruh tenaga pendidik hingga kepala sekolah di SNT nantinya akan berasal dari aparatur sipil negara (ASN) berstatus PNS pusat. Namun, proses pemenuhannya tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui tahapan seleksi secara bertahap.
"Gurunya nanti PNS, kepala sekolahnya PNS. PNS pusat, tapi nanti proses seleksinya juga bertahap," ujar Abdul Mu'ti, dikutip Antara.
Dalam proses rekrutmen tersebut, Kemendikdasmen menetapkan sejumlah kriteria untuk menjaring tenaga pendidik berkualitas. Meski syarat pendidikan minimal adalah sarjana (S1), pelamar dengan latar belakang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) akan menjadi prioritas.
Selain kualifikasi akademik, calon guru juga diharuskan memiliki kemampuan bahasa asing yang dibuktikan melalui sertifikasi berstandar internasional, seperti TOEFL. Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga pendidik yang mampu menjawab tantangan pendidikan berstandar global.
Kemampuan lain yang turut menjadi nilai tambah dalam proses seleksi meliputi pengalaman mengikuti pelatihan atau lokakarya di bidang pendidikan, penguasaan teknologi pembelajaran, kemampuan komunikasi yang persuasif dan kreatif, serta kecakapan dalam mengelola kelas secara efektif.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi juga belum langsung bertugas mengajar. Mereka diwajibkan mengikuti program pelatihan intensif selama 2,5 bulan sebagai bekal sebelum ditempatkan di SNT.
Program tersebut dibagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama berupa lokakarya selama 1,5 bulan yang dilaksanakan secara tatap muka dengan materi sesuai kebutuhan pada masing-masing jenjang pendidikan.
Selanjutnya, peserta mengikuti tahap internship in class selama satu bulan. Pada fase ini, calon guru menjalani magang di kelas pada sister school untuk mengimplementasikan hasil pelatihan sekaligus mendapatkan evaluasi dan pengayaan materi secara berkala.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menegaskan bahwa kebutuhan guru di SNT akan dipenuhi melalui rekrutmen baru.
Menurutnya, selama masa transisi sebelum seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dibuka secara nasional, pemerintah akan menyiapkan skema sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.
"Ini rekrut baru. Cuma untuk masa transisi, kita penuhi dulu gurunya sampai ada seleksi CPNS," ujar Nunuk.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen membangun sistem pendidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi dengan dukungan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan berbahasa asing, serta kesiapan mengimplementasikan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa depan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara