KDMP Tukangkayu Banyuwangi Raih Peringkat Kedua Koperasi Merah Putih Terbaik Jatim, Bawa Pulang Dana Pembinaan Rp 300 Juta

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:50 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Imam Maskun dan Wakil Bupati Mujiono mengecek harga minyak goreng di gerai KDMP Tukangkayu, Sabtu (18/7). (Fredy/Radar Banyuwangi)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Imam Maskun dan Wakil Bupati Mujiono mengecek harga minyak goreng di gerai KDMP Tukangkayu, Sabtu (18/7). (Fredy/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Prestasi membanggakan diraih Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.

Koperasi tersebut berhasil menempati peringkat kedua dalam daftar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkinerja terbaik se-Jawa Timur dan berhak menerima dana pembinaan sebesar Rp 300 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk apresiasi kepada koperasi yang mencatatkan kinerja transaksi terbaik.

Secara keseluruhan, Pemprov Jawa Timur mengalokasikan dana pembinaan senilai Rp 1,9 miliar kepada 10 KDKMP berprestasi dengan total nilai transaksi mencapai Rp 14,05 miliar.

"Sebanyak sepuluh KDKMP berhasil mencatatkan nilai transaksi tertinggi di Jawa Timur. Atas capaian tersebut, mereka berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan dari Pemprov Jatim dengan total anggaran sebesar Rp 1,9 miliar," ujar Khofifah dalam keterangannya, dikutip Antara.

Khofifah menjelaskan, tiga koperasi dengan capaian terbaik masing-masing memperoleh dana pembinaan sebesar Rp 300 juta.

Peringkat pertama diraih KDMP Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Posisi kedua ditempati KDMP Tukangkayu dari Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.

Sementara peringkat ketiga diraih KDMP Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Untuk peringkat keempat hingga keenam, Pemprov Jatim memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 200 juta.

Penerimanya adalah KDMP Rengel (Kabupaten Tuban), KDMP Bakalanwringinpitu (Kabupaten Sidoarjo), dan KDMP Dapet Balongpanggang (Kabupaten Gresik).

Sementara itu, koperasi yang menempati peringkat ketujuh hingga kesepuluh memperoleh dana pembinaan masing-masing Rp 100 juta.

Mereka adalah KDMP Gesikharjo (Kabupaten Tuban), KDMP Bedali (Kabupaten Kediri), KDMP Tangunan (Kabupaten Mojokerto), serta KDMP Tlogoagung (Kabupaten Bojonegoro).

Selain menyerahkan dana pembinaan kepada koperasi berprestasi, Gubernur Khofifah juga menganugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tuban dalam menciptakan iklim usaha yang mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Kabupaten Tuban menjadi daerah dengan dominasi capaian transaksi.

Empat KDMP asal Tuban berhasil masuk dalam daftar 10 besar koperasi dengan nilai transaksi tertinggi di Jawa Timur.

Bahkan, total akumulasi transaksi KDMP di Tuban disebut melampaui capaian transaksi KDMP di sejumlah provinsi lain, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Banten.

Khofifah menegaskan, perhatian Pemprov Jawa Timur terhadap penguatan koperasi tidak lepas dari besarnya kontribusi sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, sektor tersebut menyumbang sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,9 persen.

"Peran koperasi dan UMKM di Jawa Timur ini sangat luar biasa. Mari kita jaga bersama keberadaannya dan terus kita tingkatkan tata kelolanya agar koperasi semakin modern dan profesional dalam melayani masyarakat," pungkas Khofifah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KDMP Tukangkayu Khofifah Indar Parawansa banyuwangi