Siapa Nanik S Deyang? Kepala BGN Ini Mundur Alasan Sakit, Ini Rekam Jejaknya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:36 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wakil Ketua GSN Nanik Sudaryati Deyang naik becak listrik mengelilingi RTH Sritanjung, Sabtu (24/1).
Bupati Ipuk Fiestiandani dan Ketua BGN Nanik Sudaryati Deyang naik becak listrik mengelilingi RTH Sritanjung, Banyuwangi, Sabtu (24/1/2026) silam.

RADAR BANYUWANGI – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah kurang dari dua bulan memimpin lembaga yang mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Kabar pengunduran diri itu dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, Rabu (22/7).

Menurutnya, Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum berangkat menjalani perawatan.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.

Sebelumnya, Nanik juga mengumumkan keputusan tersebut melalui akun media sosial pribadinya.

Nanik Sudaryati Deyang resmi menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. (JawaPos.com)
Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari Kepala BGN. (JawaPos.com)

Ia menjelaskan bahwa pengobatan dilakukan di luar negeri untuk mendapatkan second opinion terkait penyakit jantung yang dideritanya.

Meski memilih berobat ke luar negeri, Nanik menegaskan langkah itu bukan karena meragukan kemampuan dokter di Indonesia.

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tulisnya.

Nanik mengaku telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden Prabowo.

Menurutnya, Presiden memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui keputusan tersebut.

Bahkan, ia diminta tetap membantu mengawasi Badan Gizi Nasional apabila nantinya dibentuk Dewan Pengawas BGN.

Rekam Jejak Nanik S Deyang

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sebelum berkiprah di pemerintahan, ia dikenal sebagai wartawan Tabloid Bangkit dan kemudian aktif dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2019.

Dari sisi akademik, Nanik merupakan lulusan Sarjana Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang.
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Program Magister Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Karier birokrasi Nanik dimulai setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024. Ia dipercaya menjabat Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2025.

Pada 12 Juni 2025, Nanik juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Beberapa bulan kemudian, tepatnya 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, dengan fokus pada bidang komunikasi publik dan investigasi.

Di BGN, Nanik dikenal aktif melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk memantau dapur penyedia makanan bergizi di berbagai daerah dan mendorong efisiensi penggunaan anggaran.

Baru Sebulan Lebih Pimpin BGN

Puncak kariernya datang ketika Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026 untuk menggantikan Dadan Hindayana.

Dalam posisi tersebut, Nanik memimpin pelaksanaan salah satu program prioritas pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyasar jutaan pelajar, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Namun, masa jabatannya terbilang singkat. Kurang dari dua bulan setelah dilantik, Nanik memilih mengundurkan diri demi fokus menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya.

Dikenal Peduli Isu Sosial

Dirgayuza Setiawan menyebut Nanik sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil. Ia mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014.

"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujarnya.

Menurut Dirgayuza, Nanik pernah berperan mengungkap kasus pekerja migran Indonesia Wilfrida Soik yang terancam hukuman mati di Malaysia sehingga mendapat perhatian Presiden Prabowo.

Ia juga menjadi salah satu penggagas program becak listrik bagi pengayuh becak lanjut usia.

Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Fokus utama Nanik saat ini adalah menjalani pengobatan agar kondisi kesehatannya pulih sebelum kembali berkontribusi bagi pemerintahan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : disarikan dari berbagai sumber
Kepala BGN Badan Gizi Nanik Deyang profil Nanik sakit jantung