RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah menyusun kembali pola perjalanan wisata 4B yang menghubungkan Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara, dan Bali Timur. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pemerataan kunjungan wisatawan yang selama ini masih terpusat di kawasan Bali selatan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pembaruan pola perjalanan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyebarkan arus wisatawan ke berbagai destinasi di luar kawasan Sarbagita yang meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
"Saat ini kami tengah memperbarui pola perjalanan wisata 4B agar penyebaran wisatawan lebih bisa didorong," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin (20/7/2026), dikutip Antara.
Menurut Widiyanti, sekitar 70 persen wisatawan yang datang ke Bali masih terkonsentrasi di kawasan Sarbagita. Kondisi tersebut memicu kepadatan sehingga diperlukan pengembangan jalur perjalanan yang mampu mengarahkan wisatawan menuju destinasi lain yang memiliki potensi besar.
Sebelumnya, Kemenpar mengembangkan konsep perjalanan wisata 3B. Dalam skema terbaru, wilayah Bali Timur atau Kabupaten Karangasem resmi dimasukkan sehingga berkembang menjadi konsep 4B.
Pola perjalanan ini memetakan rute wisata sejak wisatawan tiba di pintu masuk hingga menentukan destinasi yang dikunjungi, lokasi menginap, dan aktivitas yang dilakukan selama perjalanan.
Sebagai contoh, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Banyuwangi, kemudian menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana. Selanjutnya, wisatawan diarahkan mengunjungi Kerthi Bali Semesta Park, melanjutkan perjalanan ke kawasan Pemuteran dan Lovina di Bali Utara, singgah di Desa Wisata Les, hingga menikmati wisata bahari di Tulamben atau Amed yang berada di Bali Timur.
Kemenpar menilai pola tersebut dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi berbagai daerah tujuan wisata.
Widiyanti mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali yang selama ini telah melakukan diversifikasi destinasi wisata. Namun, menurutnya upaya tersebut tetap perlu diperkuat dengan menggali daya tarik wisata baru agar pilihan destinasi semakin beragam.
Selain pengembangan pola wisata 4B, Kemenpar juga mendorong optimalisasi potensi UNESCO Global Geopark Batur dan kawasan Kintamani sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Meski demikian, keberhasilan program tersebut dinilai sangat bergantung pada dukungan infrastruktur. Kemenpar meminta percepatan pembangunan jalan, pelebaran ruas yang padat, penguatan manajemen lalu lintas berbasis teknologi, serta penyediaan transportasi umum yang mampu menjangkau seluruh kawasan dalam jaringan wisata 4B.
Di sisi lain, Kemenpar memastikan promosi pariwisata tetap berjalan melalui berbagai kegiatan, termasuk pertemuan bisnis yang akan kembali digelar pada Agustus mendatang.
Pemerintah juga akan memperkuat promosi desa wisata sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. Saat ini Bali memiliki 173 desa wisata, dengan tiga di antaranya telah meraih penghargaan UN Best Tourism Village, yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara