RADAR BANYUWANGI - Konsep pembangunan Kampung Oseng di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai digagas budayawan Banyuwangi. Dewan Kesenian Blambangan (DKB) berharap Kampung Oseng nantinya bisa menjadi representasi wajah budaya Banyuwangi.
Ketua DKB Hasan Basri mengatakan, keberadaan Kampung Oseng nantinya akan menjadi etalase wajah Banyuwangi di IKN. Karena itu, unsur budaya benda berupa arsitektur dan teknologi masyarakat bisa menjadi ciri khas yang ditampilkan. "Yang bisa terlihat ya dari arsitektur. Kemudian teknologi pertanian seperti kiling dan paglak juga bisa disertakan untuk memperlihatkan ciri khas Banyuwangi," kata Hasan.
Selain dari arsitektur, Kampung Oseng yang dibangun dengan memori khas Banyuwangi juga bisa ditata seperti perkampungan di Banyuwangi. Di sini, perkampungan masyarakat Oseng ditata dengan menyesuaikan posisi Gunung Kawah Ijen berada di barat sebagai pusat kosmologi. Karena itu, rumah ditata dengan menghadap ke arah utara dan selatan.
Penataan bangunan itu juga cukup bagus untuk menyesuaikan manajemen pencahayaan dengan cahaya matahari. Selain itu jika memungkinkan, posisi kampung dibangun di dekat sungai atau mata air sebab ritual yang dilakukan masyarakat Oseng selalu dekat dengan mata air atau sungai. "Kalau tidak ada nanti direkayasa juga bisa. Dibuatkan kolam air yang memungkinkan masyarakat Oseng dekat dengan kondisi aslinya," imbuh Hasan.
Dia menambahkan, kompleks perkampungan Oseng kemungkinan akan hadir dengan komplek suku-suku lainya. Hasan mengatakan, konsep Kampung Oseng akan mengombinasikan dua model agar tak kalah megah dengan suku lainya seperti Toraja atau Minangkabau yang memiliki bangunan berasitektur megah. Yang pertama adalah konsep bangunan dengan arsitektur bergaya Kerajaan Macan Putih digabungkan dengan gaya perkampungan Oseng.
Saat ini DKB masih mencari referensi dari lukisan-lukisan peninggalan Belanda untuk merekonstruksi desain Kerajaan Macan Putih. Hasilnya akan dibentuk dengan bantuan kecerdasan imitasi (AI) sebelum menerapkan desain yang seutuhnya. Hasan mengatakan, sentuhan dari Kerajaan Macan Putih nantinya akan ditampilkan pada Tori atau gerbang masuk Kampung Oseng. "Kita juga berencana meletakkan patung sebagai simbol. Bisa patung Macan Putih atau Patung Singo Barong seperti yang di Kemiren,’’ kata Hasan.
Selain itu, bangunan Meru (bangunan bersusun mirip Pagoda) juga akan dipasang. Meru adalah salah satu ciri khas Kerajaan Macan Putih yang kini justru banyak digunakan di Bali. "Tapi meskipun nanti konsepnya penggabungan kerajaan dan rumah warga Oseng, untuk material tetap kita applicable. Kita sesuaikan dengan material kontemporer agar bangunan tetap nyaman. Apalagi ke depan rumah-rumah Oseng-nya akan difungsikan sebagai homestay," pungkasnya.
Sementara itu, Humas Ikawangi Penajam Paser Utara Roni Andreanto mengaku optimistis kawasan Kampung Oseng akan menjadi destinasi baru yang menjanjikan. Apalagi selama ini budaya Banyuwangi kerap menjadi salah satu magnet wisatawan. “Ada sekitar 28 ribu anggota Ikawangi di Kaltim. Jadi kami optimistis Kampung Oseng akan menjadi destinasi ke depan di IKN,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, miniatur Kampung Oseng akan menjadi salah satu lokasi yang dibangun di kawasan IKN, Kalimantan Timur. Perwakilan dari Ikawangi Penajam Paser Utara bertemu dengan tokoh budayawan dan Disbudpar Banyuwangi untuk membahas konsep berdirinya Kampung Oseng tersebut pada Kamis (9/7) lalu.
Humas Ikawangi Penajam Paser Utara Roni Andreanto mengatakan, ide untuk menghadirkan rumah adat Oseng di IKN muncul saat dirinya menjadi bagian dari pembangunan Kampung Dayak. Kampung itu dibangun d lahan seluas 14 hektare di kawasan IKN. Setelah itu, dia berpikir untuk bisa membangun Kampung Oseng sebagai kawasan budaya di IKN. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin