Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gerhana Total di Makkah 2027 Bukan Tanda Kiamat, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ali Sodiqin • Senin, 13 Juli 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi gerhana matahari total. (JawaPos.com)
Ilustrasi gerhana matahari total. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 dipastikan menjadi salah satu fenomena astronomi paling istimewa abad ini. Jalur totalitasnya akan melintasi Kota Makkah, sehingga Ka'bah berada di kawasan yang mengalami gerhana total selama sekitar lima hingga enam menit. Peristiwa langka ini tidak hanya menarik perhatian astronom dunia, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi umat Islam karena terjadi di pusat kiblat umat Muslim.

Fenomena tersebut telah dapat diprediksi jauh hari melalui perhitungan astronomi modern. Berkat perkembangan ilmu falak dan teknologi observasi, waktu terjadinya gerhana, lintasan bayangan Bulan, durasi totalitas, hingga wilayah yang dilintasi dapat dihitung dengan tingkat akurasi sangat tinggi.

Peristiwa yang akan terjadi tepat pada 2 Agustus 2027 itu diperkirakan menjadi salah satu gerhana Matahari total paling spektakuler pada abad ke-21. Selain melintasi Makkah, jalur totalitas juga membentang dari Samudra Atlantik menuju Spanyol bagian selatan, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia.

Gerhana Matahari Bisa Diprediksi Secara Ilmiah

Dalam ilmu astronomi, gerhana bukanlah peristiwa yang terjadi secara acak. Gerakan Matahari, Bumi, dan Bulan mengikuti hukum-hukum alam yang tetap sehingga seluruh proses gerhana dapat dihitung hingga hitungan detik.

Dengan bantuan perangkat lunak astronomi modern maupun metode hisab, ilmuwan dapat menentukan jenis gerhana, besarnya piringan Matahari yang tertutup Bulan, durasi totalitas, hingga wilayah yang akan dilalui bayangan Bulan.

Secara global, gerhana Matahari terjadi dua hingga lima kali setiap tahun. Namun, gerhana Matahari total hanya terjadi rata-rata sekali setiap sekitar 18 bulan di suatu lokasi di Bumi sehingga selalu menjadi peristiwa yang dinantikan para astronom maupun masyarakat.

Mengapa Gerhana Matahari Terjadi?

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari terhalang.

Agar gerhana total dapat terjadi, terdapat tiga syarat utama, yaitu:

Jika hanya bayangan samar (penumbra) yang mengenai Bumi, maka gerhana yang terlihat hanyalah gerhana sebagian.

Mengapa Gerhana di Makkah Menjadi Istimewa?

Keunikan Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 terletak pada lintasan totalitasnya yang meliputi Kota Makkah. Dengan demikian, kawasan Masjidil Haram dan Ka'bah diperkirakan mengalami kondisi siang yang berubah menjadi gelap selama beberapa menit.

Durasi totalitas di Makkah diperkirakan mencapai sekitar lima hingga enam menit. Matahari juga berada cukup tinggi di langit sehingga kondisi pengamatan relatif ideal.

Fenomena tersebut diperkirakan akan disaksikan jutaan jemaah umrah yang berada di Tanah Suci pada musim tersebut.

Berdasarkan perhitungan astronomi, gerhana Matahari total yang kembali melintasi Ka'bah baru diperkirakan terjadi pada 7 Oktober 2135, atau sekitar 108 tahun setelah peristiwa 2027.

Bukan Pertanda Kiamat, tetapi Tanda Kebesaran Allah

Dalam perspektif Islam, gerhana Matahari merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT, bukan pertanda kelahiran, kematian seseorang, ataupun isyarat datangnya kiamat.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa gerhana merupakan fenomena alam yang hendaknya disikapi dengan memperbanyak mengingat Allah melalui salat kusuf, doa, zikir, dan sedekah, bukan dengan mitos maupun ramalan.

Karena itu, meskipun gerhana total kali ini melintasi Makkah dan Ka'bah, umat Islam tidak dianjurkan mengaitkannya dengan berbagai spekulasi gaib yang tidak memiliki dasar syariat.

Momentum Dakwah, Edukasi, dan Wisata Ilmiah

Selain memiliki nilai spiritual, Gerhana Matahari Total 2027 juga membuka peluang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Bagi kalangan akademisi dan ahli falak, fenomena ini menjadi laboratorium alam untuk penelitian atmosfer Matahari, pengujian model astronomi, hingga edukasi sains kepada masyarakat.

Bagi organisasi Islam, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi ilmu falak sekaligus memperkuat pemahaman bahwa ajaran Islam sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Sementara itu, sektor pariwisata religi juga diperkirakan akan memperoleh dampak positif. Penyelenggara perjalanan umrah berpotensi menghadirkan paket khusus yang menggabungkan ibadah, edukasi astronomi Islam, serta pengalaman menyaksikan salah satu gerhana Matahari total paling langka pada abad ini.

Tetap Utamakan Keselamatan Saat Mengamati

Para astronom mengingatkan masyarakat yang ingin mengamati gerhana agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus. Pengamatan hanya boleh dilakukan menggunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar keamanan atau peralatan optik yang telah dilengkapi filter Matahari.

Dengan demikian, Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 bukan hanya menjadi tontonan astronomi yang menakjubkan, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, memperluas wawasan ilmiah, dan menunjukkan bahwa keteraturan alam semesta merupakan bagian dari sunnatullah yang dapat dipelajari melalui ilmu pengetahuan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Ka'bah Makkah 2027 gerhana total astronomi Islam Gerhana Matahari