RADAR BANYUWANGI – Suasana di kawasan Jalan Ikan Lumba-Lumba, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mendadak dipenuhi warga pada Kamis (9/7) malam. Sebuah gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (INKA) tiba di Stasiun Probolinggo setelah menempuh perjalanan darat menggunakan truk trailer khusus dari Banyuwangi.
Pemandangan tak biasa itu menjadi tontonan warga karena pengiriman gerbong kereta melalui jalur darat relatif jarang dilakukan.
Gerbong tersebut merupakan bagian dari rangkaian KRL yang diproduksi PT INKA di fasilitas produksinya di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Nantinya, rangkaian itu akan dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk melayani perjalanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek.
Jalur Darat Dipilih karena Kendala Terowongan
Pengiriman menggunakan trailer dilakukan bukan tanpa alasan. Gerbong KRL generasi baru memiliki dimensi yang lebih besar sehingga dinilai tidak memungkinkan melintasi sejumlah terowongan di jalur rel selatan Jawa Timur, terutama Terowongan Mrawan yang berada di kawasan Gunung Gumitir.
Koordinator Tim Perizinan PT IMST (INKA Group), Yulia Wirdawati, menjelaskan gerbong diberangkatkan dari Banyuwangi pada Rabu (8/7) pukul 21.00 WIB.
Sebelum menuju Probolinggo, gerbong terlebih dahulu singgah di fasilitas PT INKA Madiun untuk menjalani serangkaian pengujian.
"Gerbong diberangkatkan dari Banyuwangi pada Rabu pukul 21.00. Namun sebelumnya singgah di PT INKA Madiun untuk menjalani uji kereta api," ujarnya, dikutip Radar Bromo.
Menurut Yulia, lebar gerbong mencapai sekitar tiga meter. Dimensi tersebut membuat ruang bebas saat melintasi tikungan di dalam terowongan menjadi sangat sempit sehingga jalur rel tidak dipilih sebagai moda pengangkutan.
"Lebar gerbong ini sekitar tiga meter. Saat melewati tikungan di terowongan akan sangat mepet, sehingga diputuskan menggunakan jalur darat. Syukurlah seluruh perjalanan berjalan lancar," jelasnya.
Tahap Awal Pengiriman 108 Gerbong
Pengiriman kali ini merupakan tahap uji coba sebelum distribusi massal dilakukan.
PT INKA menargetkan mengirim 108 gerbong KRL secara bertahap menuju Jakarta. Pada tahap awal ini, satu gerbong dikirim lebih dulu untuk memastikan seluruh proses logistik berlangsung aman dan sesuai perencanaan.
Persiapan pengiriman bahkan telah dilakukan selama sekitar lima bulan dengan melibatkan berbagai instansi, mulai pemerintah daerah, kepolisian, pengelola jalan, hingga perangkat RT dan RW di sepanjang jalur yang akan dilalui trailer.
Sebelum memasuki Kota Probolinggo, kendaraan pengangkut sempat berhenti di kawasan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo. Perjalanan kemudian dilanjutkan sekitar pukul 22.00 WIB untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas.
"Ini dilakukan untuk menghindari gangguan terhadap kegiatan masyarakat," kata Yulia.
Bobot Mencapai Lebih dari 80 Ton
Proses pengangkutan membutuhkan kendaraan khusus mengingat bobot gerbong yang sangat besar.
Satu gerbong KRL memiliki berat sekitar 44 ton, sedangkan trailer pengangkut berbobot sekitar 36,6 ton. Dengan demikian, total beban kendaraan yang melintas mencapai sekitar 80,6 ton.
Setibanya di Stasiun Probolinggo, gerbong dipindahkan dari trailer ke jalur rel menggunakan dua unit crane berkapasitas besar. Proses loading-unloading tersebut menjadi perhatian warga yang memadati area sekitar stasiun.
Selanjutnya Ditarik Menuju Jakarta
Setelah proses pemindahan selesai, PT INKA akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait jadwal penarikan gerbong menuju Madiun sebelum akhirnya dikirim ke Jakarta.
Gerbong-gerbong tersebut nantinya akan memperkuat armada PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan Jabodetabek yang terus meningkat.
Pengiriman melalui jalur darat ini sekaligus menjadi bukti adaptasi industri perkeretaapian nasional dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur eksisting, sehingga distribusi sarana perkeretaapian tetap dapat berjalan aman, efisien, dan tepat waktu. (*)
Editor : Ali Sodiqin