Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Disbudpar Banyuwangi Siap Kawal Kampung Oseng di IKN, Ditarget Jadi Ikon Budaya Sebelum 2028

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:01 WIB
Disbudpar Banyuwangi siap mendampingi pembangunan Kampung Oseng di IKN sebagai destinasi budaya dan ikon identitas masyarakat Osing. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Disbudpar Banyuwangi siap mendampingi pembangunan Kampung Oseng di IKN sebagai destinasi budaya dan ikon identitas masyarakat Osing. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menyatakan siap mengawal penuh rencana pembangunan Kampung Oseng di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Tidak hanya memberikan pendampingan administrasi, Disbudpar juga akan terlibat dalam penyusunan konsep agar kawasan tersebut benar-benar merepresentasikan identitas budaya masyarakat Osing. Miniatur budaya Banyuwangi itu ditargetkan mulai terwujud sebelum 2028.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang mempertemukan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Penajam Paser Utara, budayawan, Dewan Kesenian Blambangan (DKB), dan Disbudpar Banyuwangi, Kamis (9/7).

Konsep yang disiapkan tidak hanya menghadirkan rumah adat Osing. Kampung Oseng dirancang menjadi kawasan budaya yang menampilkan kehidupan masyarakat Banyuwangi secara utuh, mulai dari arsitektur tradisional, ruang pertunjukan seni, hingga lokasi pelaksanaan ritual adat sebagai sarana pelestarian budaya di ibu kota baru Indonesia.

Disbudpar Siapkan Pendampingan hingga Perizinan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, mengatakan langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah setempat dan Otorita IKN agar seluruh proses perizinan berjalan sesuai regulasi.

Selain itu, penyusunan konsep harus melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dewan Kesenian Blambangan, budayawan, hingga komunitas masyarakat Banyuwangi yang kini bermukim di Kalimantan.

"Perlu koordinasi dengan pemerintah di sana mengenai mekanisme dan proses perizinannya agar berjalan lancar. Selain itu juga perlu diskusi bersama Dewan Kesenian Blambangan, budayawan, serta masyarakat Banyuwangi yang berada di sana," ujar Hartono.

Menurutnya, Disbudpar siap memberikan dukungan administrasi sekaligus pendampingan teknis selama proses penyusunan kawasan berlangsung.

Ia menilai keberhasilan pembangunan Kampung Oseng hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bergerak secara bersama dalam satu visi.

"Kami siap membantu proses administrasi dan dukungan lainnya. Yang penting semua bisa bergerak dengan teamwork. Nanti kita diskusikan sketsa yang paling tepat, termasuk spesifikasi bangunannya agar sesuai dengan Peraturan Bupati dan aspek budaya lainnya," katanya.

Berawal dari Gagasan Warga Banyuwangi di Kalimantan

Inisiatif pembangunan Kampung Oseng di IKN berasal dari Humas Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Penajam Paser Utara, Roni Andreanto.

Ide tersebut muncul setelah dirinya terlibat dalam pembangunan Kampung Dayak di kawasan IKN yang memiliki luas sekitar 14 hektare.

Menurutnya, keberadaan berbagai kawasan budaya di ibu kota baru menjadi peluang bagi masyarakat Banyuwangi untuk menghadirkan identitas daerahnya.

"Di Kalimantan Timur ada sekitar 28 ribu warga Banyuwangi. Saya punya inisiatif untuk bisa membangun Kampung Oseng di IKN. Ini juga akan menjadi destinasi budaya," ujarnya.

Roni mengatakan proses penyusunan konsep masih terus berlangsung dengan menghimpun masukan dari budayawan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, organisasi masyarakat Banyuwangi di Kalimantan, hingga berbagai tokoh daerah.

Ia berharap Kampung Oseng nantinya benar-benar menggambarkan kehidupan masyarakat Osing, termasuk menghadirkan rumah adat sebagai simbol budaya Banyuwangi.

"Kalau memungkinkan kita ingin membangun rumah adat khas Oseng agar sinkron dengan keberadaan masyarakat Banyuwangi di IKN," katanya.

Disiapkan Jadi Destinasi Budaya Baru

Kampung Oseng dirancang bukan sekadar kawasan permukiman bernuansa tradisional, melainkan destinasi budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan identitas masyarakat Banyuwangi kepada masyarakat nasional maupun mancanegara.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kawasan budaya tersebut diharapkan sudah dapat berdiri sebelum 2028 dan menjadi salah satu ikon budaya Nusantara di kawasan IKN. (fre/als)

Editor : Ali Sodiqin
#Kampung Oseng #wisata budaya #Disbudpar Banyuwangi #IKN #budaya osing