Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ketua DKB Hasan Basri Usul Kampung Oseng di IKN Rekonstruksi Kejayaan Keraton Blambangan

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:56 WIB
Ketua DKB Hasan Basri mengusulkan Kampung Oseng di IKN merekonstruksi kejayaan Keraton Blambangan sebagai destinasi budaya autentik. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Ketua DKB Hasan Basri mengusulkan Kampung Oseng di IKN merekonstruksi kejayaan Keraton Blambangan sebagai destinasi budaya autentik. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Gagasan pembangunan Kampung Oseng di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, tidak hanya diarahkan sebagai miniatur permukiman masyarakat Banyuwangi.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri mengusulkan kawasan tersebut menjadi ruang rekonstruksi kejayaan Blambangan dengan menghadirkan filosofi arsitektur Osing, lanskap budaya, hingga jejak Keraton Blambangan dan Keraton Macan Putih.

Konsep itu diharapkan menjadikan Kampung Oseng sebagai destinasi budaya yang autentik sebelum ditargetkan berdiri pada 2028.

Usulan tersebut mengemuka dalam pembahasan konsep Kampung Oseng yang melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Penajam Paser Utara, DKB, budayawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Menurut Hasan Basri, pembangunan kawasan budaya tidak cukup hanya menghadirkan rumah adat. Seluruh tata ruang harus mengacu pada filosofi budaya Osing dan ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Banyuwangi.

Ia menjelaskan rumah adat Osing memiliki orientasi ngalor-ngidul, sedangkan kawasan perlu dilengkapi berbagai elemen khas seperti paglak, kiling, serta unsur budaya lain yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Banyuwangi sebagai komunitas agraris sekaligus maritim.

Lebih jauh, Hasan mengusulkan agar Kampung Oseng juga menghadirkan rekonstruksi lingkungan Keraton Blambangan beserta kawasan Keraton Macan Putih sehingga pengunjung tidak hanya melihat bangunan tradisional, tetapi juga memahami sejarah peradaban Blambangan.

Menurutnya, penyusunan masterplan harus melibatkan arsitek, budayawan, dan para pemerhati sejarah agar kawasan yang dibangun benar-benar memiliki nilai autentik.

"Kalau memungkinkan lokasinya juga dekat dengan sungai karena tradisi masyarakat Osing sangat erat dengan air. Kita ingin membangun memori kejayaan Blambangan melalui kawasan budaya yang utuh," pungkas Hasan Basri.

Kampung Oseng Disiapkan Jadi Ikon Banyuwangi di IKN

Gagasan pembangunan Kampung Oseng di IKN berawal dari inisiatif Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Penajam Paser Utara yang ingin menghadirkan identitas budaya Banyuwangi di ibu kota baru Indonesia.

Humas Ikawangi Penajam Paser Utara, Roni Andreanto, mengatakan ide tersebut muncul setelah dirinya terlibat dalam pembangunan Kampung Dayak di kawasan IKN.

Melihat berbagai etnis mulai membangun kawasan budaya di ibu kota negara, ia menilai masyarakat Banyuwangi juga layak memiliki ruang representatif.

"Di Kalimantan Timur ada sekitar 28 ribu warga Banyuwangi. Saya punya inisiatif untuk bisa membangun Kampung Oseng di IKN. Ini juga akan menjadi destinasi budaya," ujarnya.

Saat ini penyusunan konsep masih dilakukan dengan menghimpun masukan dari budayawan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, organisasi masyarakat Banyuwangi di Kalimantan, hingga berbagai tokoh daerah.

Menurut Roni, Kampung Oseng nantinya tidak hanya menghadirkan rumah adat, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya dan identitas masyarakat Banyuwangi.

"Kalau memungkinkan kita ingin membangun rumah adat khas Oseng agar sinkron dengan keberadaan masyarakat Banyuwangi di IKN," katanya.

Disbudpar Siap Dampingi Penyusunan Konsep

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, mengatakan langkah awal yang harus dilakukan ialah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah setempat dan Otorita IKN agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, penyusunan konsep perlu melibatkan DKB, budayawan, serta komunitas Banyuwangi di Kalimantan sehingga desain kawasan benar-benar mencerminkan identitas budaya Osing.

"Perlu koordinasi dengan pemerintah di sana mengenai mekanisme dan proses perizinannya agar berjalan lancar. Selain itu juga perlu diskusi bersama Dewan Kesenian Blambangan, budayawan, serta masyarakat Banyuwangi yang berada di sana," ujarnya.

Hartono menegaskan Disbudpar siap memberikan dukungan administrasi maupun pendampingan teknis selama proses penyusunan konsep berlangsung.

"Kami siap membantu proses administrasi dan dukungan lainnya. Yang penting semua bisa bergerak dengan teamwork. Nanti kita diskusikan sketsa yang paling tepat, termasuk spesifikasi bangunannya agar sesuai dengan Peraturan Bupati dan aspek budaya lainnya," katanya. (fre/als)

Editor : Ali Sodiqin
Kampung Oseng Keraton Blambangan IKN budaya osing hasan basri