RADAR BANYUWANGI – Progres pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I memasuki babak krusial. Sorotan kini tertuju pada ruas Paiton–Besuki sepanjang 25,60 kilometer yang telah menyelesaikan 100 persen pekerjaan jalan utama dan kini menjalani tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum dibuka untuk masyarakat.
Perkembangan tersebut menjadi tonggak penting dalam penyelesaian Tol Prosiwangi Tahap I sepanjang 49,68 kilometer yang dikerjakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB).
Berdasarkan perkembangan hingga Juli 2026, dua ruas lainnya telah lebih dahulu rampung sepenuhnya. Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah selesai 100 persen secara fisik sekaligus mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
Dengan demikian, penyelesaian ruas Paiton–Besuki menjadi penentu rampungnya Tahap I Tol Prosiwangi yang akan membuka akses lebih cepat menuju kawasan timur Jawa Timur.
Jasa Marga Percepat Penyelesaian
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan percepatan pembangunan dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, tata kelola yang baik, serta prinsip keberlanjutan.
Selain membangun infrastruktur jalan, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan tumbuhnya aktivitas usaha di sekitar kawasan proyek.
Probolinggo-Besuki Hanya 1 Jam 15 Menit
Apabila Tahap I mulai beroperasi, perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki diproyeksikan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit, jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan melalui jalur nasional.
Efisiensi waktu tersebut diperkirakan akan mempercepat distribusi logistik menuju kawasan industri Paiton, Pelabuhan Ketapang sebagai pintu gerbang penyeberangan Jawa–Bali, sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah Tapal Kuda.
Keberadaan ruas Paiton–Besuki juga diyakini membuka peluang investasi baru, memperkuat sektor pariwisata, serta memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Usung Konsep Green Toll Road
Tol Prosiwangi tidak hanya mengedepankan konektivitas, tetapi juga mengusung konsep Green Toll Road melalui berbagai inovasi ramah lingkungan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Hybrid Wind Tree, teknologi pembangkit listrik mandiri yang mengombinasikan 35 solar petal dan 30 aeroleaf dengan kapasitas hingga 12,4 kW. Inovasi tersebut bahkan meraih Rekor MURI sebagai implementasi energi baru terbarukan pada proyek jalan tol.
Selain itu, proyek ini menerapkan sistem water treatment untuk mendaur ulang air yang dimanfaatkan bagi kebutuhan pemadam kebakaran, flushing toilet, hingga penyiraman taman di kawasan operasional.
Pada tahap konstruksi, pemanfaatan material batu hasil galian sebagai timbunan badan jalan juga berhasil menekan penggunaan material baru sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 6,3 juta kilogram CO₂e atau sekitar 45,4 persen.
Ruas Paiton-Besuki Jadi Penentu
Dengan rampungnya pekerjaan fisik dan proses ULFO yang kini memasuki tahap akhir, ruas Paiton–Besuki menjadi bagian paling menentukan sebelum Tol Prosiwangi Tahap I dapat beroperasi secara penuh.
Jika seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana dan dinyatakan memenuhi standar keselamatan, ruas ini akan melengkapi konektivitas Gending–Besuki yang diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa. (*)
Editor : Ali Sodiqin