Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gesah Bareng Nelayan Muncar Banyuwangi, Wapres Gibran Siap Tindak Lanjuti Keluhan Perizinan

Zamrozi Wahyu • Jumat, 10 Juli 2026 | 22:30 WIB
Wapres Gibran berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Brak Kalimoro, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Jumat (10/7). (Biro Pers for Radar Banyuwangi)
Wapres Gibran berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Brak Kalimoro, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Jumat (10/7). (Biro Pers for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Setelah meninjau Pasar Banyuwangi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pelabuhan Brak Kalimoro, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (10/7). 

Di salah satu sentra perikanan terbesar di Indonesia itu, Gibran berdialog langsung dengan nelayan, mendengarkan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, sekaligus berjanji mengoordinasikan penyelesaiannya bersama kementerian terkait.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi para nelayan Muncar untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah pusat.

Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gibran disambut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Muncar Hasan Basri, Ketua Kelompok Gabungan Pengolahan Pasar Muncar Umar, Ketua Gisli Sihat Aftarjo, Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Heriyanto, Ketua KUD Mina Blambangan David Wijaya Tjoek, serta ratusan nelayan.

Dalam dialog yang berlangsung di kawasan pelabuhan, nelayan menyampaikan beragam persoalan yang dinilai menghambat aktivitas melaut dan pengembangan sektor perikanan.

Mulai dari proses perizinan yang dinilai masih rumit, kebutuhan reklamasi pelabuhan, penanganan sampah, perbaikan akses jalan, penguatan sinyal komunikasi di laut, hingga penambahan dukungan permodalan bagi koperasi nelayan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gibran memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti.

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah penyederhanaan proses perizinan agar nelayan dapat bekerja lebih mudah dan memiliki kepastian usaha.

"Untuk perizinan, kami akan koordinasikan dengan kementerian terkait. Yang penting dipermudah, dipercepat, sehingga bapak-ibu nelayan bisa bekerja dengan tenang," kata Gibran.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai regulasi yang selama ini menjadi keluhan nelayan.

Menurutnya, aturan harus mampu memberikan kemudahan sekaligus tetap menjaga aspek keselamatan dan keberlanjutan sumber daya perikanan.

"Poin-poin yang disampaikan tadi sudah kami catat. Nanti kami koordinasikan satu per satu dengan kementerian dan lembaga terkait agar bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi perhatian Wakil Presiden terhadap masyarakat pesisir Muncar.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengawal berbagai kebutuhan nelayan agar dapat diwujudkan.

"Kita doakan semoga dapat terwujud. Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Presiden. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan mewakili masyarakat Muncar sangat bersyukur. Mudah-mudahan ini hari yang barokah dan Allah mengabulkan doa kita semuanya," ucap Ipuk.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi David Wijaya Tjoek menilai kunjungan Gibran menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor perikanan Banyuwangi.

Kehadiran pemerintah pusat, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut menjadi kebijakan yang mampu memperkuat industri perikanan dari hulu hingga hilir.

"Harapan kami, kunjungan ini harus diikuti langkah konkret untuk memperkuat industri perikanan dari hulu hingga hilir sehingga mampu mendongkrak daya saing perikanan," ujarnya.

Pemilik pabrik sarden PT Sumber Yala Samudra itu menjelaskan, Muncar memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra perikanan nasional.

Agar potensi tersebut berkembang lebih maksimal, diperlukan penguatan infrastruktur pelabuhan, sistem cold chain, kemudahan logistik, serta kepastian pasokan bahan baku bagi industri pengolahan ikan.

Selain itu, David berharap pemerintah memperluas dukungan kepada nelayan dan pelaku usaha melalui penyederhanaan perizinan, kemudahan akses pembiayaan, serta program yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.

"Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh industri, tetapi juga oleh nelayan, UMKM, dan masyarakat Muncar secara luas," katanya.

David menegaskan, Kadin Banyuwangi siap bersinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk mendorong Muncar berkembang sebagai kawasan perikanan modern yang berdaya saing tinggi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menjadi kunci agar sektor perikanan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Gibran Muncar #Industri perikanan #Perizinan nelayan #Pelabuhan Muncar #nelayan banyuwangi