RADAR BANYUWANGI – Revitalisasi Pasar Banyuwangi tak hanya menghadirkan wajah baru yang lebih modern, tetapi juga mempertahankan identitas lokal.
Hal itu mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau pasar tersebut pada 1 November 2025.
AHY menilai sentuhan ornamen batu krukul menjadi bukti bahwa pembangunan tetap berpijak pada warisan budaya Banyuwangi.
Dalam kunjungannya, Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu mengaku terkesan dengan konsep arsitektur Pasar Banyuwangi yang memadukan fungsi modern dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Perhatiannya tertuju pada ornamen batu krukul yang menghiasi tembok penyangga bangunan pasar.
Menurut AHY, revitalisasi pasar tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas, tetapi juga berhasil menjaga karakter khas daerah.
Ia menilai upaya mempertahankan unsur budaya tersebut menjadi nilai lebih yang membuat Pasar Banyuwangi memiliki identitas kuat.
"Arsitekturnya menarik sekali karena tetap berusaha mempertahankan kekhasan Banyuwangi. Bahkan tadi ada bagian yang juga dipertahankan sebagai heritage," ujarnya saat itu.
AHY juga menyoroti penggunaan material lokal berupa batu krukul atau batu kali yang menjadi bagian penting dari ornamen bangunan.
Material khas Banyuwangi tersebut dinilai menghadirkan kesan autentik sekaligus memperkuat nuansa budaya di kawasan pasar.
Project Manager Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Ikhwan Fatoni menjelaskan, penggunaan finishing batu krukul memang telah dirancang sejak awal sebagai bagian dari konsep arsitektur pasar.
Selain memiliki nilai estetika tinggi, material tersebut juga merepresentasikan identitas budaya Banyuwangi.
Menurut Fatoni, batu krukul telah lama menjadi elemen khas dalam berbagai bangunan di Banyuwangi, terutama gedung-gedung pemerintahan.
Karena itu, penerapannya di Pasar Banyuwangi diharapkan mampu menghadirkan kesan yang akrab sekaligus memperkuat karakter lokal di tengah wajah baru pasar.
"Batu tersebut memang menjadi ciri khas Banyuwangi makanya sering digunakan pada kantor-kantor pemerintahan," katanya.
Kehadiran ornamen batu krukul menjadi salah satu pembeda dalam proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi.
Di tengah modernisasi fasilitas, unsur budaya lokal tetap dipertahankan sehingga pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi etalase identitas arsitektur Banyuwangi. (*)
Editor : Ali Sodiqin