RADARBANYUWANGI.ID – Operasi besar pemberantasan korupsi kembali digelar. Dengan pengawalan ketat personel Brimob, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah delapan lokasi di Jakarta Selatan, Rabu (8/7). Penggeledahan itu menjadi bagian dari penyidikan tiga perkara besar yang mencakup dugaan korupsi, suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait blackout batu bara PLN, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
Sejak siang, aparat kepolisian menyisir sejumlah titik secara serentak, termasuk de'Clan Signature Cafe dan sebuah money changer di kawasan Jakarta Selatan. Kehadiran personel Brimob dengan pengamanan penuh menarik perhatian masyarakat di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan terhadap tiga perkara yang kini tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum.
"Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang, de'Clan Signature Cafe dan money changer," ujar Budi kepada wartawan.
Menurut Budi, rangkaian penggeledahan tersebut merupakan bagian penting dari proses penyidikan guna menemukan barang bukti yang dapat memperkuat pembuktian unsur pidana dalam perkara yang sedang ditangani.
"Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," jelasnya.
Ia menambahkan, penyidikan terhadap perkara tersebut menjadi salah satu atensi Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, kepolisian berkomitmen mengusut tuntas seluruh dugaan tindak pidana sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pengamanan ketat oleh personel Brimob, lanjut Budi, bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan prosedur standar kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan selama proses penggeledahan berlangsung.
"Untuk penggunaan kekuatan personel, itu sebagai antisipasi dan itu merupakan bagian dari Standard Operating Procedure," katanya.
Budi menegaskan, secara keseluruhan terdapat delapan lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan. Seluruh lokasi berkaitan dengan tiga objek perkara, yakni dugaan korupsi blackout batu bara PLN, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.
"Penggeledahan untuk mencari, menemukan barang bukti, untuk memenuhi tindak pidana yang sedang dipersangkakan," tegasnya.
Hingga penggeledahan berlangsung, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen dan barang yang diduga berkaitan dengan perkara. Kepolisian belum mengungkap hasil sementara maupun barang bukti yang berhasil diamankan dari delapan lokasi tersebut. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam tiga perkara besar tersebut. (*)
Editor : Ali Sodiqin