Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ridwan Bae Dorong Jalur Kereta Api Masuk Sulawesi Tenggara, Dinilai Jadi Kunci Tekan Biaya Logistik dan Dongkrak Ekonomi

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:56 WIB
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. (Antara)
Ridwan Bae mendorong pembangunan jalur kereta api di Sulawesi Tenggara untuk memperkuat mobilitas, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Sulawesi Tenggara kembali didorong masuk dalam peta pengembangan jaringan kereta api nasional. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai kehadiran transportasi berbasis rel akan menjadi solusi jangka panjang untuk menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.

Menurut Ridwan, pembangunan jalur kereta api bukan sekadar menghadirkan moda transportasi baru. Infrastruktur tersebut dinilai akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan daya saing daerah, terutama di tengah pesatnya perkembangan sektor industri, pertambangan, dan distribusi barang di Sulawesi Tenggara.

"Sulawesi Tenggara saya sudah pernah usul. Bahkan trase-nya sudah direncanakan," kata Ridwan, Jumat (3/7/2026), dikutip Antara.

Ridwan mengungkapkan usulan pembangunan jalur kereta api menuju Sulawesi Tenggara telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, trase atau rute awal telah masuk dalam perencanaan sebagai bagian dari pengembangan jaringan transportasi nasional di kawasan Indonesia bagian tengah.

Meski demikian, proyek tersebut hingga kini belum memasuki tahap pembangunan. Salah satu tantangan utama adalah kajian visibilitas dan kelayakan yang harus diselesaikan sebelum proyek dapat direalisasikan.

Ia menilai setiap pembangunan infrastruktur strategis memang membutuhkan perencanaan matang agar investasi yang digelontorkan mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Namun, menurutnya, pembangunan jaringan rel tidak seharusnya hanya melihat kebutuhan saat ini. Infrastruktur transportasi harus dipandang sebagai investasi masa depan yang mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah.

Ridwan mengatakan kehadiran kereta api akan memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi bagi masyarakat. Selain melayani angkutan penumpang, moda transportasi berbasis rel juga memiliki kapasitas besar untuk mendukung distribusi logistik.

Dengan sistem angkutan massal tersebut, biaya distribusi barang diharapkan dapat ditekan sehingga harga logistik menjadi lebih kompetitif. Efisiensi itu pada akhirnya diyakini akan meningkatkan daya saing ekonomi daerah sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.

Sulawesi Tenggara sendiri memiliki potensi logistik yang besar. Aktivitas pertambangan, industri pengolahan, perkebunan, hingga perdagangan antardaerah terus berkembang dan membutuhkan sistem transportasi yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara efektif.

Ridwan menilai keberadaan jalur kereta api akan memberikan manfaat ganda. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, jaringan rel juga akan memperlancar distribusi hasil industri, pertambangan, dan berbagai komoditas unggulan daerah menuju pusat-pusat ekonomi.

"Komisi V DPR RI terus mendorong pembangunan jaringan perkeretaapian di Sulawesi Tenggara agar menjadi bagian penting penguatan konektivitas dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tengah Indonesia," ujarnya.

Dorongan pembangunan jalur kereta api di Sulawesi Tenggara sejalan dengan rencana pemerintah memperluas jaringan perkeretaapian nasional di luar Pulau Jawa.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pemerintah akan mereaktivasi sekaligus membangun sekitar 14.000 kilometer jalur kereta api di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Paling tidak untuk bisa meningkat secara signifikan, kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 km," kata AHY dalam jumpa pers usai rapat koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Jakarta.

AHY menjelaskan panjang jalur kereta api di Sumatra saat ini mencapai 1.871 kilometer. Namun, masih dibutuhkan tambahan sekitar 7.837 kilometer agar mampu memenuhi kebutuhan transportasi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kalimantan hingga kini belum memiliki jaringan kereta api aktif, meski kebutuhan minimal diperkirakan mencapai 2.772 kilometer.

Adapun di Pulau Sulawesi, panjang jalur kereta api yang telah beroperasi baru sekitar 109 kilometer. Pemerintah memperkirakan masih diperlukan tambahan sekitar 3.284 kilometer untuk mendukung konektivitas antardaerah.

Pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah. Selain meningkatkan konektivitas nasional, pembangunan transportasi rel juga diharapkan mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak wilayah di Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ridwan bae #sulawesi tenggara #Kereta Api