Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengembangan Pelabuhan Ketapang Didorong Masuk PSN, ASDP Siapkan Masterplan hingga 2029

Ali Sodiqin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:00 WIB
Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (2/7). (Foto: ASDP Banyuwangi)
Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (2/7). (Foto: ASDP Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai memasuki tahap perencanaan yang lebih serius. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah jangka panjang melalui masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang hingga 2029, bahkan mendorong proyek tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan jajaran direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (2/7), sebagai respons terhadap meningkatnya arus kendaraan dan penumpang di jalur penyeberangan Jawa-Bali.

Siapkan Pengembangan Menyeluruh

Pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya difokuskan pada pembangunan fasilitas di dalam kawasan pelabuhan.

ASDP juga menyiapkan penataan kawasan penyangga (buffer area), pembangunan akses pendukung, penguatan sistem lalu lintas, hingga peningkatan pola operasional penyeberangan agar pelayanan menjadi lebih efektif.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Bappeda Jawa Timur, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PU Bina Marga, serta perwakilan Biro Perekonomian Setda Jawa Timur.

ASDP: Pelabuhan Harus Jadi Ekosistem Transportasi

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak cukup hanya dengan menambah jumlah dermaga.

Menurutnya, kawasan pelabuhan harus dibangun sebagai satu kesatuan sistem transportasi yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik dalam jangka panjang.

"Pelabuhan Ketapang harus dipandang sebagai ekosistem konektivitas. Karena itu pengembangan dermaga, pola operasi kapal, buffer area, hingga pengaturan lalu lintas di luar pelabuhan harus berjalan secara terpadu," ujar Heru.

Ia menilai pendekatan yang terintegrasi menjadi solusi untuk menghadapi pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.

Belajar dari Lonjakan Saat Lebaran dan Libur Sekolah

Heru menjelaskan, kepadatan kendaraan yang terjadi saat angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi bahan evaluasi penting bagi ASDP.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa peningkatan layanan penyeberangan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengaturan jadwal kapal.

Karena itu, ASDP menyusun pengembangan bertahap hingga 2029 yang mencakup:

Seluruh program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurangi antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang.

Khofifah Dorong Masuk Proyek Strategis Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang.

Menurutnya, proyek tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu simpul utama konektivitas Pulau Jawa dan Bali.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar pengembangan Pelabuhan Ketapang dapat masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Khofifah menilai peningkatan kapasitas pelabuhan diperlukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan, logistik, dan wisatawan pada tahun-tahun mendatang.

Penataan Harus Menyeluruh

Khofifah menegaskan peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang harus dilakukan secara komprehensif.

Selain memperluas fasilitas di dalam pelabuhan, pemerintah juga perlu memperkuat kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, meningkatkan standar armada kapal, memperbaiki akses menuju kawasan Bulusan, serta memperkuat sinergi lintas instansi.

"Selain itu meningkatkan standar armada kapal, memperbaiki akses menuju kawasan Bulusan, serta memperkuat sinergi antarinstansi," tandasnya.

Jika terealisasi sesuai rencana, pengembangan Pelabuhan Ketapang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kemacetan musiman sekaligus memperkuat konektivitas, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi di koridor strategis Jawa-Bali. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kemacetan Ketapang #proyek strategis #ASDP Indonesia #pelabuhan ketapang #khofifah