Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Setahun Layani Penumpang, Kapal Cepat Banyuwangi–Bali Kini Stop Beroperasi

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:00 WIB
STOP OPERASI: Kapal cepat Express Bahari rute Banyuwangi-Denpasar yang sandar di Pelabuhan Boom tidak beroperasi lagi sejak Kamis (2/7). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
STOP OPERASI: Kapal cepat Express Bahari rute Banyuwangi-Denpasar yang sandar di Pelabuhan Boom tidak beroperasi lagi sejak Kamis (2/7). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Layanan kapal cepat Express Bahari 1F yang melayani rute Marina Boom Banyuwangi–Pelabuhan Serangan Denpasar resmi dihentikan mulai Kamis (2/7). Penghentian operasional tersebut mengakhiri layanan penyeberangan Banyuwangi–Bali yang baru berjalan sekitar satu tahun sejak diluncurkan pada Juli 2025.

Informasi penghentian operasional diumumkan langsung oleh manajemen Express Bahari melalui akun resminya. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri salah satu alternatif transportasi laut cepat yang menghubungkan Banyuwangi dengan Denpasar menggunakan kapal berkapasitas sekitar 400 penumpang.

Selama beroperasi, kapal cepat tersebut melayani perjalanan pulang pergi Banyuwangi–Denpasar dengan jadwal libur setiap hari Selasa.

Pada musim mudik Idulfitri 2026, kapal sempat dialihkan sementara untuk memperkuat layanan penyeberangan Pelabuhan Jangkar, Situbondo–Kepulauan Raas. Setelah kembali bersandar di Dermaga Pelabuhan Rakyat Marina Boom pada pertengahan April, operasionalnya akhirnya dihentikan secara permanen di rute Banyuwangi–Denpasar.

Perusahaan Dinilai Cari Rute yang Lebih Menguntungkan

Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi, Yohanes Heri Kriswirawan, membenarkan penghentian operasional kapal cepat tersebut.

Menurut Heri, keputusan itu sepenuhnya merupakan kebijakan perusahaan sebagai operator pelayaran swasta.

"Kapal ini murni swasta, jadi tidak ada subsidi. Mungkin ada pertimbangan dari perusahaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai perusahaan swasta, operator memiliki keleluasaan untuk mengevaluasi rute dan menentukan lintasan yang dianggap lebih prospektif secara bisnis.

Arus Laut Jadi Salah Satu Pertimbangan

Selain faktor bisnis, kondisi perairan di jalur pelayaran Banyuwangi Selatan disebut menjadi salah satu pertimbangan penting.

Menurut Heri, arus laut di wilayah tersebut kerap cukup kuat sehingga beberapa kali memengaruhi jadwal keberangkatan kapal.

"Salah satu faktornya karena kondisi perairan yang arusnya cukup kencang. Kalau dari demand sebenarnya cukup bagus," jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan minat masyarakat terhadap layanan kapal cepat tersebut sebenarnya cukup baik selama beroperasi.

Marina Boom Tetap Layani Aktivitas Pelabuhan Rakyat

Pasca berhentinya layanan Express Bahari, UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi akan tetap mengoptimalkan fungsi Dermaga Marina Boom sebagai pelabuhan rakyat.

Saat ini, pelabuhan tersebut masih melayani kapal-kapal berukuran kecil yang mengangkut logistik maupun kebutuhan distribusi antardaerah.

Menurut Heri, aktivitas pelayaran di Marina Boom justru menunjukkan tren pertumbuhan sehingga dermaga tetap akan dimanfaatkan sesuai fungsi utamanya.

"Manajemen kapal cepat belum menyebutkan setelah dari Banyuwangi mau ke mana. Yang jelas nanti dermaganya kita fungsikan sesuai fungsi pelabuhan rakyat," pungkasnya.

Berhentinya layanan Express Bahari 1F menutup satu babak konektivitas laut cepat antara Banyuwangi dan Denpasar yang sempat menjadi pilihan alternatif perjalanan wisata maupun bisnis. Ke depan, keputusan operator terkait pengoperasian kapal di rute lain sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan berdasarkan pertimbangan operasional dan kelayakan usaha. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Denpasar #Pelabuhan Serangan #kapal cepat #express bahari #Marina Boom