Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tak Ada Lagi Menembak dan Taktik Militer, Kemhan Revisi Program Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:07 WIB
Kementerian Pertahanan menghapus latihan dasar militer bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP. (Radar Kediri)
Kementerian Pertahanan menghapus latihan dasar militer bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP. (Radar Kediri)

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghapus format latihan dasar militer (latsarmil) dalam program pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Seluruh materi teknis maupun taktis militer kini tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian pendidikan peserta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Kemhan sebagai bagian dari panitia seleksi nasional (Panselnas).

Menurut dia, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai latihan dasar militer kini diubah menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

"Sebagai bagian dari evaluasi tersebut, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial," ujar Rico, Kamis (2/7/2026), dikutip JawaPos.com.

Ia menegaskan, tujuan pembekalan bukan untuk membentuk peserta menjadi prajurit maupun Komponen Cadangan (Komcad). Program tersebut diarahkan untuk membangun karakter disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan manajerial para calon pengelola koperasi.

Sejalan dengan perubahan itu, seluruh materi yang berkaitan dengan kemampuan militer dihapus. Materi menembak, taktik regu senapan, serta berbagai teknik dan taktik militer lainnya tidak lagi diberikan kepada peserta.

Kemhan juga memastikan tidak ada lagi latihan fisik dalam konteks latihan militer. Aktivitas fisik yang dilakukan hanya berupa olahraga ringan untuk menjaga kebugaran, seperti senam pagi dan jalan kaki ringan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta.

Selain itu, aspek kesehatan peserta turut diperkuat melalui pemantauan harian, profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan bagi peserta yang memiliki faktor risiko, hingga penguatan mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis.

Peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu akan memperoleh perhatian khusus agar tidak menjalani aktivitas yang melebihi kemampuan fisiknya.

Rico menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prinsip utama dalam seluruh penyesuaian program tersebut. Meski demikian, substansi pembekalan tetap dipertahankan, yakni membentuk calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat bela negara.

Perubahan format pembekalan ini dilakukan setelah sebelumnya lima peserta meninggal dunia saat mengikuti program latihan dasar militer. Lima peserta tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni 2026, serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Dya Sari yang keduanya meninggal pada 26 Juni 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Latihan Bela Negara #Kopdes Merah Putih #kemhan