Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usai Disorot DPR RI, Kemacetan Menuju Pelabuhan Ketapang Berangsur Hilang

M Ksatria Raya • Kamis, 2 Juli 2026 | 13:30 WIB
Sudah hampir sepekan ini arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang menuju Bali tidak terjasdi kemacetan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Sudah hampir sepekan ini arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang menuju Bali tidak terjasdi kemacetan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang di Banyuwangi berangsur normal setelah sebelumnya sempat diwarnai antrean kendaraan yang mengular. Hampir sepekan terakhir, kemacetan panjang yang sempat menjadi sorotan publik tidak lagi terlihat. Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, memastikan tetap memantau kondisi tersebut agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

Pantauan di jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang hingga Rabu (1/7) menunjukkan lalu lintas kendaraan logistik, bus pariwisata, maupun mobil pribadi mengalir lancar menuju area pelabuhan. Kondisi ini berbeda dibandingkan beberapa waktu sebelumnya ketika antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer.

Perbaikan arus lalu lintas itu terjadi setelah persoalan kemacetan Ketapang menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama PT ASDP Indonesia Ferry di Gedung Senayan, pekan lalu.

Dalam forum tersebut, Mufti Anam melontarkan kritik keras terhadap penanganan kemacetan yang dinilainya telah berlangsung berulang dan tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan musiman.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, ia meminta PT ASDP Indonesia Ferry mengambil langkah nyata untuk memperbaiki tata kelola penyeberangan.

"Kami minta dari ASDP ada tanggapan yang serius. Minggu depan kami akan datang ke sana untuk meminta percepatan penyelesaian agar persoalan ini bisa terurai dengan baik," tegas Mufti saat RDP.

Namun, setelah kondisi di Pelabuhan Ketapang kembali normal, rencana kunjungan lapangan tersebut untuk sementara dibatalkan. Meski demikian, politisi PDI Perjuangan itu menegaskan pengawasan tetap dilakukan dari Jakarta melalui koordinasi dengan berbagai pihak di Banyuwangi.

"Kami akan terus memantau perkembangan Pelabuhan ASDP Ketapang dari Jakarta maupun dari informasi teman-temannya di Banyuwangi. Harapan kami, tak ada lagi kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang," ujarnya.

Putra almarhum KH Achmad Musayyidi, pengasuh Pondok Pesantren Mabadi'ul Ihsan, Tegalsari, Banyuwangi, itu menilai kemacetan sebenarnya dapat dicegah apabila tata kelola operasional pelabuhan dijalankan secara optimal.

"Saya yakin, sebenarnya kemacetan bisa teratasi dengan tata kelola yang baik. Coba kita lihat sekarang, meski musim liburan, Ketapang tak ada kemacetan lagi. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu mengatasi kemacetan," katanya.

Sejumlah pengguna jalan yang melintas juga mengaku merasakan perubahan signifikan. Mereka berharap kelancaran arus kendaraan dapat dipertahankan sehingga aktivitas logistik maupun perjalanan wisata tidak lagi terganggu.

"Buktinya, begitu anggota DPR RI mengkritik keras ASDP, kemacetan langsung teratasi. Harapan kami, Ketapang akan lancar selamanya," ujar seorang pengemudi mobil pribadi yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, dalam RDP yang berlangsung pada Rabu (24/6), Mufti mengaku terkejut karena antrean panjang kendaraan masih terjadi di Ketapang meski masa arus mudik dan balik Lebaran telah berakhir.

"Soal ASDP, ketika saya baca di media mainstream yang muncul adalah kemacetan berkepanjangan di Banyuwangi. Saya kaget. Saya kira itu hanya terjadi saat Lebaran, tapi ternyata seminggu yang lalu masih terjadi," ujarnya dalam rapat tersebut.

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan lonjakan arus kendaraan diperkirakan kembali terjadi menjelang berakhirnya masa libur sekolah atau memasuki pertengahan Juli.

Menurutnya, kepadatan beberapa waktu lalu juga dipengaruhi meningkatnya kendaraan logistik tujuan Nusa Tenggara yang beralih menggunakan lintasan Ketapang–Gilimanuk karena layanan penyeberangan Tanjungwangi–Gilimas belum beroperasi secara optimal.

Kini, dengan mulai beroperasinya kembali kapal di lintasan Tanjungwangi–Gilimas, ASDP berharap distribusi kendaraan logistik menjadi lebih merata sehingga potensi kepadatan di Ketapang dapat ditekan.

"Untuk kendaraan di bawah 30 ton bisa melalui dermaga MB, sedangkan kendaraan 30 hingga 50 ton disiapkan melalui dermaga LCM dan Bulusan," jelas Arief.

Normalnya arus menuju Pelabuhan Ketapang menjadi angin segar bagi pengguna jasa penyeberangan. Meski demikian, berbagai pihak berharap kondisi tersebut tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi standar pelayanan yang terus dipertahankan melalui tata kelola operasional yang lebih baik, terutama saat menghadapi lonjakan kendaraan pada musim liburan maupun periode angkutan nasional. (ray/fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kemacetan Ketapang #komisi vi #pelabuhan ketapang #asdp ketapang #mufti anam