Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BPBD Lebak Siagakan Distribusi Air Bersih, Sebanyak 90 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

Ali Sodiqin • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:30 WIB
El Nino 2026 ancam Banyuwangi. Sebanyak 11 kecamatan masuk zona rawan kekeringan. BPBD minta warga waspada krisis air. (Ilustrasi ChatGPT Image)
Ilustrasi kekeringan. (ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Sedikitnya 90 desa telah dipetakan sebagai wilayah rawan krisis air bersih, sehingga berbagai langkah mitigasi disiapkan lebih awal agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan, pihaknya telah menyiapkan armada distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diprediksi berlangsung sejak Juni hingga Desember 2026.

"Kami siaga menghadapi kekeringan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pendistribusian air bersih," ujarnya di Rangkasbitung, Senin (29/6).

Tiga Truk Tangki Disiagakan

Sebagai langkah awal, BPBD menyiapkan tiga mobil tangki berkapasitas 6.000 liter masing-masing untuk mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan.

Distribusi air akan dilakukan secara gratis kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Untuk menjamin ketersediaan pasokan, BPBD juga telah menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak.

Sukanta mengimbau masyarakat yang mengalami krisis air bersih agar segera melapor melalui pemerintah desa sehingga distribusi air dapat dilakukan secepat mungkin.

"Kami sudah bekerja sama dengan PDAM, sehingga penyaluran air bersih kepada masyarakat tidak dipungut biaya," katanya.

Siapkan Antisipasi Jika Kekeringan Meluas

BPBD juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten serta sejumlah BUMN untuk menyiapkan tambahan armada tangki apabila wilayah terdampak kekeringan semakin meluas.

Meski musim kemarau telah berlangsung selama beberapa pekan, hingga kini BPBD mengaku belum menerima laporan resmi mengenai krisis air bersih dari masyarakat.

Namun, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak hampir selalu terdampak kekeringan setiap musim kemarau.

Beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan antara lain Sajira, Muncang, Cipanas, Cibadak, Warunggunung, Banjarsari, Cimarga, Cirinten, Bojongmanik, Cihara, Cilograng, Cileles, Gunungkencana, Maja, dan Wanasalam.

Keterbatasan Infrastruktur Jadi Penyebab

Menurut Sukanta, krisis air bersih di sejumlah desa umumnya dipicu minimnya akses terhadap sumber air baku.

Sebagian wilayah belum memiliki jaringan layanan PDAM, sementara masyarakat juga belum memiliki pompa air yang memadai untuk memanfaatkan sumber air yang tersedia.

Selain itu, beberapa kawasan memang memiliki keterbatasan sumber air alami, baik dari sungai maupun mata air, sehingga sangat bergantung pada pasokan air bersih ketika musim kemarau tiba.

Waspadai Kebakaran hingga Penyakit Menular

Selain kekeringan, BPBD Lebak juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatnya risiko penyakit yang umum muncul saat musim kemarau.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, pneumonia, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak agar potensi penyebaran penyakit tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penanganan penyakit menular agar tidak menimbulkan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB)," ujar Sukanta.

Warga Diminta Terapkan PHBS

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang Komarudin mengimbau masyarakat tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama musim kemarau.

Ia mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta tidak membuang air besar di sungai maupun kebun karena berpotensi mencemari lingkungan dan memicu penyebaran penyakit seperti diare dan muntaber.

Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, Pemkab Lebak berharap dampak musim kemarau dapat ditekan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan risiko bencana maupun gangguan kesehatan dapat diminimalkan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#BPBD Lebak #krisis air #kekeringan #air bersih #musim kemarau