RADARBANYUWANGI.ID - Harapan masyarakat agar Kereta Cepat Whoosh suatu saat dapat melayani rute hingga Banyuwangi masih harus menunggu. Pemerintah memastikan keputusan memperpanjang jalur kereta cepat menuju Surabaya hingga Banyuwangi baru akan dipertimbangkan setelah restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tuntas.
Penegasan itu disampaikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang saat ini memprioritaskan penyelesaian kondisi keuangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hasil restrukturisasi nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan layak atau tidaknya pengembangan jaringan Whoosh ke wilayah Jawa Timur.
Restrukturisasi Jadi Prioritas
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan pemerintah belum mengalihkan fokus pada pembangunan jalur baru sebelum persoalan keuangan KCJB diselesaikan.
"Saat ini pemerintah fokus terhadap restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung," ujar Allan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026), dikutip Antara.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Allan menegaskan hasil restrukturisasi akan menjadi tolok ukur dalam mengevaluasi kelayakan proyek lanjutan. Pemerintah ingin memastikan proyek yang sudah berjalan memiliki fondasi keuangan yang sehat sebelum memperluas jaringan ke kota-kota lain.
Jalur ke Banyuwangi Masih Dikaji
Sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pembahasan mengenai pengembangan Whoosh menuju Jawa Timur tetap berlangsung secara paralel. Namun, proses tersebut berjalan bersamaan dengan upaya penyelesaian restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator KCJB.
Ia mengungkapkan pemerintah telah melakukan pembahasan bersama Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia mengenai rencana pengembangan layanan Whoosh hingga Banyuwangi.
"Tahapan hari ini kita lakukan paralel," kata Agus dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Meski demikian, Agus menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum persoalan keuangan KCJB memperoleh solusi yang komprehensif.
"Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," ujarnya.
Menurut pemerintah, restrukturisasi keuangan akan sangat memengaruhi peta jalan pengembangan kereta cepat nasional. Karena itu, evaluasi terhadap kondisi finansial proyek menjadi bagian penting sebelum pembangunan jalur baru dimulai.
Banyuwangi Berpeluang Terhubung Kereta Cepat
Apabila proyek tersebut terealisasi pada masa mendatang, Banyuwangi berpotensi menjadi wilayah paling timur di Pulau Jawa yang terhubung dengan jaringan kereta cepat. Kehadiran moda transportasi tersebut diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan antardaerah, memperkuat konektivitas, sekaligus mendukung sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di kawasan Tapal Kuda.
Namun, hingga kini pemerintah belum menetapkan jadwal maupun kepastian pembangunan jalur menuju Surabaya dan Banyuwangi. Seluruh keputusan masih bergantung pada hasil evaluasi restrukturisasi KCJB.
Sebagai informasi, Kereta Cepat Whoosh mulai beroperasi secara komersial pada 2023 dan melayani perjalanan Jakarta-Bandung dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Proyek ini menjadi layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara sekaligus salah satu proyek transportasi strategis nasional.
Komite Kereta Cepat Dibentuk
Untuk memperkuat tata kelola proyek, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 mengenai Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung.
Melalui regulasi tersebut, dibentuk Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketuanya. Komite ini bertugas mengoordinasikan kebijakan strategis, termasuk penyelesaian restrukturisasi keuangan serta arah pengembangan proyek kereta cepat pada tahap berikutnya.
Dengan masih berlangsungnya proses restrukturisasi keuangan KCJB, masyarakat di Jawa Timur, termasuk Banyuwangi, masih harus menunggu keputusan pemerintah mengenai kelanjutan proyek kereta cepat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi penentu apakah jaringan Whoosh akan diperluas hingga Surabaya dan akhirnya mencapai Banyuwangi pada fase pengembangan berikutnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi