Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SPB Online Dihentikan Sementara, KSOP Bantah Jadi Biang Kemacetan Ketapang-Gilimanuk

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 28 Juni 2026 | 07:01 WIB
BUS DAN TRUK ANTRE: Digitalisasi SPB tak lagi diterapkan di lintasan Ketapang-Gilimanuk karena dianggap sebagai pemicu kemacetan panjang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BUS DAN TRUK ANTRE: Digitalisasi SPB tak lagi diterapkan di lintasan Ketapang-Gilimanuk karena dianggap sebagai pemicu kemacetan panjang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Sistem digital Surat Persetujuan Berlayar (SPB) online melalui aplikasi Inaportnet yang sempat diuji coba di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk resmi dihentikan sementara. Keputusan itu diambil setelah evaluasi terhadap kepadatan arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Penghentian sementara tersebut dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi dengan mengajukan permohonan ke pemerintah pusat. Langkah ini ditempuh agar pelayanan penyeberangan kembali berjalan lebih lancar di tengah lonjakan kendaraan, terutama angkutan logistik menuju Bali dan Nusa Tenggara.

KSOP Evaluasi Uji Coba SPB Online

Penerapan SPB online melalui Inaportnet mulai diuji coba sejak pertengahan Mei 2026. Pada tahap awal, empat perusahaan pelayaran ikut serta, yakni PT Dharma Lautan Utama, PT Surya Timur Line, Pelayaran Prima Samudera, dan ASDP.

Empat kapal yang menjadi proyek percontohan adalah KMP Potre Koneng, KMP Amora, KMP Prathita IV, dan KMP Sumberberkat III.

Namun dalam pelaksanaannya, proses penerbitan SPB secara digital dinilai membutuhkan waktu lebih lama dibanding sistem manual (offline). Kondisi tersebut berdampak pada bertambahnya waktu loading kendaraan ke kapal sehingga dinilai kurang efektif saat volume kendaraan sedang tinggi.

KSOP: SPB Online Sudah Tidak Berlaku Sejak Awal Juni

Kepala KSOP Tanjungwangi, Capten Purgana, menegaskan bahwa sistem SPB online sebenarnya sudah tidak diterapkan sejak pekan pertama Juni 2026.

Awalnya KSOP berencana menggunakan sistem hybrid, yakni mengombinasikan mekanisme offline dan online. Namun setelah menerima berbagai masukan dari operator serta melakukan evaluasi internal, pihaknya memutuskan menghentikan sementara penggunaan Inaportnet hingga kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang kembali normal.

"Sudah tidak diberlakukan. Kalau ada yang bilang penyebabnya karena SPB online, sebenarnya sudah tidak," tegas Purgana.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa antrean panjang kendaraan yang masih terjadi belakangan ini disebabkan oleh penerapan sistem SPB digital.

Dua Kapal Lombok Masih Docking

Di sisi lain, KSOP juga mengungkapkan bahwa layanan penyeberangan menuju Pelabuhan Gili Mas, Lombok, masih belum sepenuhnya normal.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjungwangi, Budi Sanjoyo, menjelaskan dua kapal yang melayani rute tersebut masih menjalani proses docking.

Kedua kapal itu adalah:

Menurutnya, kedua kapal diperkirakan baru kembali beroperasi pada akhir Juni atau awal Juli 2026.

Logistik Berpotensi Beralih ke Ketapang

Belum beroperasinya dua kapal tujuan Lombok membuka peluang terjadinya perpindahan arus kendaraan logistik.

Kendaraan barang yang sebelumnya menggunakan lintasan Pelabuhan Tanjungwangi menuju Gili Mas diperkirakan memilih jalur darat melalui Bali dengan menyeberang lebih dulu dari Ketapang menuju Gilimanuk.

Meski demikian, Budi menyebut antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan Tanjungwangi mulai berkurang dibandingkan saat masih terdapat empat kapal yang melayani lintasan tersebut.

"Ada kemungkinan kendaraan logistik yang sebelumnya melalui Tanjungwangi kini memilih menyeberang lewat Ketapang. Karena kita lihat jumlah kendaraan yang mengantre untuk melalui Tanjungwangi sudah berkurang. Tidak sebanyak saat masih empat kapal yang beroperasi," ujarnya.

Dengan dihentikannya sementara SPB online, KSOP berharap pelayanan penyeberangan di lintasan tersibuk Jawa-Bali dapat berlangsung lebih optimal sembari menunggu kondisi lalu lintas kembali normal dan evaluasi sistem digital selesai dilakukan. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SPB online #Inaportnet #pelabuhan ketapang #KSOP Tanjungwangi #ketapang gilimanuk