Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Antrean Ketapang Mulai Cair, ASDP Siaga Hadapi Gelombang Arus Balik dari Bali

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 04:20 WIB
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang berangsur normal. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang berangsur normal. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Setelah sempat mengular lebih dari dua kilometer ke arah utara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali kini mulai terurai.

Memasuki Jumat (26/6), arus kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi terpantau kembali lancar seiring menurunnya intensitas kendaraan dan berakhirnya penerapan pola layanan khusus.

Normalisasi arus penyeberangan ini menjadi momentum bagi PT ASDP Indonesia Ferry bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk mengalihkan fokus pada antisipasi gelombang arus balik, terutama kendaraan logistik dan wisatawan yang mulai kembali dari Bali.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan penurunan volume kendaraan membuat antrean di sisi Ketapang berangsur normal. Kondisi tersebut juga didukung strategi percepatan layanan yang sebelumnya diterapkan melalui sistem tiba, bongkar, berangkat (TBB).

Dalam skema tersebut, dua kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk dioperasikan khusus dengan pola TBB dari sisi Ketapang. Beberapa kapal yang melayani lintasan Landing Craft Machine (LCM) juga menerapkan pola serupa secara bergantian sehingga antrean kendaraan logistik dapat segera diurai.

"Sudah mulai normal hari ini. Memang ada peningkatan dari sisi Bali, tetapi antrean terakhir di Pelabuhan Gilimanuk tinggal sekitar 600 meter," ujar Arief.

Menurutnya, sejak Kamis (25/6) malam arus balik mulai terlihat. Karena kondisi penyeberangan di Ketapang sudah kembali stabil, kebijakan TBB dari sisi Banyuwangi tidak lagi diberlakukan.

"Sejak tadi malam sudah mulai terjadi arus balik. Karena sudah mulai normal, TBB dari arah Ketapang tidak diterapkan lagi," jelasnya.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satpel Pelabuhan Ketapang, Rahut Sianturi, membenarkan kondisi pelabuhan kini jauh lebih kondusif dibanding beberapa hari sebelumnya.

Ia menyebut kapasitas parkir kendaraan di dalam area pelabuhan pada Kamis (25/6) hanya terisi sekitar 70 persen, menandakan tidak terjadi penumpukan kendaraan seperti sebelumnya.

Selain itu, jumlah kapal yang beroperasi juga kembali disesuaikan dengan kondisi lalu lintas penyeberangan. Dari sebelumnya 29 kapal yang dioperasikan saat puncak kepadatan, kini hanya 27 kapal yang melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk.

"Untuk TBB sudah tidak diberlakukan. Jadi kita upayakan proses bongkar muat berlangsung secepat mungkin agar antrean tetap terkendali," tegas Rahut.

Meski kondisi di Ketapang sudah membaik, dampak kepadatan masih dirasakan sebagian sopir logistik yang sebelumnya terjebak antrean panjang di Bali.

Salah seorang sopir truk logistik, Agus, mengaku harus menunggu lebih dari 12 jam untuk dapat menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk setelah mengantre sejak kawasan Terminal Cekik, Kabupaten Jembrana.

"Kami berharap antrean tidak terjadi lagi. Sekarang solar juga mulai sulit didapat. Kalau terlalu lama menunggu, bahan bakar cepat habis dan biaya operasional ikut naik," ujarnya.

ASDP bersama BPTD memastikan terus memantau perkembangan arus penyeberangan menjelang puncak arus balik. Penyesuaian pola operasi kapal akan dilakukan secara situasional guna menjaga kelancaran distribusi logistik sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan lintas Jawa-Bali. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#antrean kendaraan #pelabuhan ketapang #gilimanuk #asdp ketapang #arus balik