Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ketapang Macet Parah, Empat Pasien dari Wongsorejo Terpaksa Dirujuk ke Situbondo

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 26 Juni 2026 | 05:00 WIB
PADAT MERAYAP: Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang masih padat, Kamis (25/6). Gara-gara macet, empat pasien dari Wongsorejo terpaksa dirujuk ke Situbondo. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PADAT MERAYAP: Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang masih padat, Kamis (25/6). Gara-gara macet, empat pasien dari Wongsorejo terpaksa dirujuk ke Situbondo. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kemacetan panjang yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang tidak hanya mengganggu arus logistik dan perjalanan masyarakat. Dampak yang lebih serius kini mulai dirasakan sektor kesehatan. Dalam beberapa hari terakhir, empat pasien dari Kecamatan Wongsorejo terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Situbondo karena akses menuju RSUD Blambangan Banyuwangi sulit ditembus akibat kepadatan lalu lintas.

Keputusan itu diambil tenaga kesehatan demi memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan medis tepat waktu. Sebab, antrean kendaraan yang mengular hingga mendekati pusat kemacetan membuat waktu tempuh menuju rumah sakit rujukan utama di Banyuwangi menjadi tidak pasti.

Hingga Kamis (25/6) siang, ekor kemacetan masih terpantau berada di depan Terminal Sritanjung atau sekitar 2,5 kilometer dari Pelabuhan Ketapang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses evakuasi pasien menuju pusat kota Banyuwangi berisiko mengalami keterlambatan.

Rujukan Dialihkan Demi Keselamatan Pasien

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan pengalihan rujukan dilakukan sebagai langkah cepat untuk menjamin keselamatan pasien yang membutuhkan layanan dokter spesialis.

Biasanya pasien dari wilayah Banyuwangi Utara akan dirujuk ke RSUD Blambangan. Namun kondisi kemacetan yang berlangsung selama lebih dari sepekan membuat jalur tersebut tidak lagi menjadi pilihan paling aman.

"Biasanya pasien dirujuk ke RSUD Blambangan. Tapi karena ada informasi kemacetan yang cukup parah, pasien langsung kami arahkan ke Situbondo agar tidak terlambat mendapatkan pelayanan," ujarnya.

Menurut Amir, seluruh pasien yang dirujuk membutuhkan penanganan lanjutan dari dokter spesialis sehingga tidak memungkinkan menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal.

Tiga Pasien Dievakuasi dengan Ambulans

Dari empat pasien yang dialihkan ke Situbondo, tiga orang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Bajulmati dan dievakuasi menggunakan ambulans.

Sementara satu pasien lainnya merupakan warga Kabupaten Situbondo yang sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Wongsorejo.

Pengalihan rujukan tersebut menjadi langkah darurat yang diambil petugas kesehatan untuk mempersingkat waktu tempuh dan mempercepat akses layanan medis.

Jarak Situbondo Lebih Jauh, Tapi Lebih Cepat

Secara geografis, keputusan merujuk pasien ke Situbondo sebenarnya bukan pilihan yang lazim.

Jarak Kecamatan Wongsorejo menuju Kabupaten Situbondo mencapai sekitar 71 kilometer dan harus melewati kawasan Taman Nasional Baluran serta enam kecamatan, yakni Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kapongan, dan Panji.

Perjalanan tersebut umumnya memakan waktu sekitar dua jam tergantung kondisi lalu lintas.

Sebaliknya, jarak Wongsorejo menuju Kota Banyuwangi hanya sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh normal sekitar satu jam.

Namun akibat kemacetan panjang di jalur Ketapang, rute yang lebih dekat justru menjadi lebih sulit ditempuh dibanding perjalanan menuju Situbondo.

BPJS Permudah Proses Rujukan

Amir menjelaskan seluruh pasien yang dirujuk merupakan peserta BPJS Kesehatan sehingga proses pengalihan layanan dapat dilakukan tanpa kendala administrasi.

Pasien langsung mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan yang berlaku.

Kondisi tersebut membantu petugas mengambil keputusan cepat tanpa harus menghadapi hambatan birokrasi saat kondisi darurat terjadi.

Kemacetan Kini Berdampak pada Layanan Publik

Kasus pengalihan rujukan pasien ini menjadi gambaran nyata bahwa kemacetan Ketapang tidak lagi sekadar persoalan transportasi dan distribusi barang.

Kepadatan kendaraan yang terjadi berhari-hari mulai memengaruhi akses layanan publik yang bersifat vital, termasuk layanan kesehatan bagi masyarakat.

Warga Banyuwangi Utara menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena selama ini bergantung pada RSUD Blambangan sebagai rumah sakit rujukan utama.

Dinas Kesehatan Banyuwangi berharap persoalan kemacetan di jalur Ketapang segera mendapat solusi dari seluruh pihak terkait agar akses pelayanan kesehatan tidak terganggu.

"Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap kemacetan bisa segera terurai sehingga akses pelayanan kesehatan tidak terganggu dan pasien bisa mendapatkan penanganan dengan cepat," kata Amir.

Di tengah antrean kendaraan yang belum juga terurai, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kemacetan berkepanjangan dapat membawa konsekuensi yang jauh lebih luas daripada sekadar keterlambatan perjalanan. Ketika akses ambulans dan pasien ikut terdampak, persoalan lalu lintas telah berubah menjadi isu kemanusiaan yang membutuhkan penanganan segera. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kemacetan Ketapang #pasien dirujuk #Banyuwangi Utara #dinas kesehatan #rsud blambangan