Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terungkap! Gangguan Dua Pembangkit Listrik Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Ali Sodiqin • Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00 WIB
Suasana pemadaman listrik di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Suasana pemadaman listrik di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (1/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Misteri di balik pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa akhirnya mulai terkuak. PT PLN (Persero) mengungkap adanya gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas besar yang dioperasikan oleh mitra perusahaan dari kelompok Independent Power Producer (IPP).

Gangguan pada dua pembangkit tersebut membuat pasokan listrik ke sistem kelistrikan Jawa berkurang signifikan dan memaksa PLN melakukan manajemen beban melalui pemadaman bergilir di sejumlah daerah demi menjaga stabilitas jaringan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, kedua pembangkit tersebut mengalami kendala teknis sehingga terpaksa keluar dari sistem interkoneksi kelistrikan Jawa. Kondisi itu menjadi tantangan besar karena terjadi pada saat kebutuhan pasokan listrik harus tetap dijaga agar sistem tidak mengalami gangguan yang lebih luas.

“Kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit Independent Power Producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” ujar Darmawan dalam konferensi pers, Jumat malam (19/6).

Meski tidak menyebutkan secara rinci nama maupun lokasi kedua PLTU tersebut, PLN memastikan bahwa gangguan pada pembangkit berkapasitas besar memiliki dampak signifikan terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Pulau Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia.

Pulau Jawa selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi nasional dengan jutaan pelanggan rumah tangga, industri, bisnis, hingga fasilitas publik yang bergantung pada pasokan listrik stabil setiap hari.

Ketika dua pembangkit besar keluar dari sistem secara bersamaan, operator kelistrikan harus segera mengambil langkah mitigasi untuk menghindari risiko gangguan yang lebih besar, termasuk kemungkinan terjadinya pemadaman luas atau blackout.

Karena itu, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah yang terdampak sebagai langkah menjaga keandalan sistem secara keseluruhan.

Menurut Darmawan, saat ini PLN bersama pengelola pembangkit terkait telah mengerahkan seluruh sumber daya terbaik untuk mempercepat proses perbaikan.

Tim teknis PLN dan mitra IPP bekerja secara intensif untuk mengembalikan kondisi operasional kedua PLTU agar dapat kembali memasok energi ke jaringan kelistrikan Jawa.

“Untuk mempercepat pemulihan, kami bersama mitra terus melakukan perbaikan agar pembangkit tersebut dapat segera kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem,” jelasnya.

PLN menegaskan proses pemulihan dilakukan tanpa henti. Seluruh personel teknis diterjunkan untuk memastikan gangguan dapat segera diatasi dan pasokan listrik kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.

Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengakui bahwa gangguan tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, hingga sektor usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik.

“Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Kami bekerja all out, siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” tegasnya.

Permintaan maaf tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen PLN untuk terus memberikan informasi perkembangan penanganan gangguan kepada masyarakat secara transparan.

Dalam beberapa hari terakhir, keluhan terkait pemadaman listrik bergilir memang bermunculan dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga daerah lain mengalami gangguan pasokan listrik dengan durasi yang bervariasi.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pelanggan rumah tangga. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perdagangan, industri rumahan, hingga layanan jasa juga mengeluhkan terganggunya aktivitas produksi akibat pemadaman yang terjadi berulang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat menunggu kepastian kapan sistem kelistrikan kembali normal dan pemadaman bergilir dapat dihentikan sepenuhnya.

PLN memastikan seluruh upaya pemulihan terus dilakukan secara maksimal. Perusahaan juga terus memantau kondisi sistem kelistrikan nasional agar pasokan listrik tetap aman selama proses perbaikan berlangsung.

Dengan percepatan penanganan yang dilakukan bersama mitra IPP, PLN berharap kedua PLTU yang mengalami gangguan dapat segera kembali masuk ke sistem sehingga kapasitas pasokan listrik di Pulau Jawa pulih sepenuhnya.

Normalisasi operasi pembangkit menjadi kunci utama untuk mengakhiri kebijakan pengaturan beban dan mengembalikan layanan listrik yang andal bagi jutaan pelanggan di Pulau Jawa.

Hingga saat ini, PLN mengimbau masyarakat tetap menggunakan listrik secara bijak serta mengikuti informasi resmi perusahaan terkait perkembangan pemulihan sistem kelistrikan. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi pasokan listrik nasional.

Seiring berlangsungnya proses perbaikan, perhatian publik kini tertuju pada seberapa cepat dua PLTU besar tersebut dapat kembali beroperasi. Sebab, keberhasilan pemulihan pembangkit akan menentukan berakhir atau tidaknya pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Pulau Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#listrik bergilir #pemadaman listrik Jawa #gangguan PLTU #PLN Indonesia #pembangkit listrik Jawa