RADARBANYUWANGI.ID – Kecelakaan di perlintasan kereta api masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Meski kampanye keselamatan terus digencarkan, insiden yang melibatkan kereta api dan pengguna jalan masih kerap terjadi, terutama di perlintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan memadai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi V DPR RI. Saat melakukan kunjungan kerja di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (19/6/2026), anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady mendorong pemasangan palang pintu otomatis di seluruh perlintasan sebidang sebagai langkah konkret untuk menekan angka kecelakaan.
Menurut Hamka, keberadaan perlintasan sebidang masih menyimpan risiko tinggi karena jumlahnya cukup banyak dan menjadi titik pertemuan langsung antara jalur kereta api dengan arus kendaraan.
"Semua perlintasan sebidang itu sebaiknya dilakukan dengan palang yang otomatis," ujarnya, dikutip Antara.
Perlintasan Sebidang Masih Jadi Titik Rawan Kecelakaan
Hamka menilai berbagai kecelakaan yang terjadi selama ini menunjukkan masih lemahnya sistem pengamanan di sejumlah perlintasan. Tidak sedikit insiden yang terjadi pada perlintasan tanpa penjagaan atau yang belum memenuhi standar keselamatan.
Menurutnya, korban jiwa maupun kerugian materi akibat kecelakaan di perlintasan kereta seharusnya dapat diminimalkan apabila sistem pengamanan diperkuat.
Perlintasan sebidang memang menjadi salah satu tantangan dalam sistem transportasi nasional. Selain menjadi jalur lalu lintas masyarakat setiap hari, titik ini juga memiliki risiko tinggi ketika disiplin pengguna jalan rendah atau fasilitas pengaman tidak berfungsi optimal.
Bagi pengendara yang setiap hari melintasi rel kereta api, keberadaan palang pintu otomatis dinilai dapat memberikan peringatan lebih cepat sekaligus mengurangi potensi pelanggaran saat kereta akan melintas.
DPR Dorong Palang Pintu Otomatis dan Penambahan Petugas
Hamka memastikan pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan kementerian terkait telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Langkah tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan sistem pengamanan di lapangan. Menurut dia, pemasangan palang pintu otomatis perlu dibarengi dengan ketersediaan petugas penjaga agar pengawasan berjalan maksimal.
Keberadaan petugas dinilai tetap penting untuk mengantisipasi gangguan teknis maupun kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
"Sesuai dengan arahan Presiden yang mau melihat bagaimana persoalan perlintasan sebidang ini bisa terselesaikan dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang," kata Hamka.
Flyover dan Underpass Jadi Solusi Jangka Panjang
Selain penguatan sistem pengamanan, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan flyover dan underpass di sejumlah titik strategis.
Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan menghilangkan pertemuan langsung antara jalur kereta api dan kendaraan sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Sigit Winarto mengatakan seluruh perlintasan sebidang di Kota Cirebon saat ini sudah dilengkapi palang pintu dan dijaga oleh petugas.
Meski demikian, tingginya volume kendaraan di beberapa titik membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas.
"Yang menjadi krusial adalah ternyata dengan adanya perlintasan sebidang, volume kendaraan di jalannya tinggi. Maka solusinya di tahun depan akan ada satu pembangunan flyover di Krucuk atau di Jalan Slamet Riyadi," jelasnya.
Kepatuhan Pengguna Jalan Tetap Menjadi Kunci
Hamka menegaskan bahwa teknologi dan infrastruktur tidak akan cukup tanpa dukungan kesadaran masyarakat. Banyak kecelakaan di perlintasan kereta api dipicu oleh pengendara yang menerobos palang pintu atau mengabaikan peringatan saat kereta akan melintas.
Karena itu, edukasi keselamatan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu-rambu, berhenti saat sinyal peringatan aktif, serta tidak memaksakan melintas ketika kereta sudah mendekat.
"Prinsipnya adalah perilaku masyarakat juga ini kadang kala kita tidak bisa pastikan. Oleh karena itu, selalu saya menyampaikan kepada PT KAI, tolong dijaga," ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi