Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sudah Dua Pekan, Pemadaman Listrik di Malang Raya Belum Berakhir

Ali Sodiqin • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi lilin menyala saat listrik padam. (Pexels/Jan van der Wolf)
Ilustrasi lilin menyala saat listrik padam. (Pexels/Jan van der Wolf)

RADARBANYUWANGI.ID – Sudah hampir dua pekan terakhir warga Malang Raya harus hidup berdampingan dengan pemadaman listrik bergilir. Listrik yang tiba-tiba padam, terkadang hanya berlangsung 30 menit, namun tak jarang mencapai tiga jam, kini menjadi keluhan yang terus bermunculan dari berbagai wilayah.

Di tengah aktivitas yang semakin bergantung pada listrik, ketidakpastian kapan pasokan energi kembali normal membuat masyarakat mulai resah. Pelaku usaha menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

PLN menyatakan, pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban akibat adanya gangguan jaringan dan kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Hingga kini, perusahaan pelat merah itu belum dapat memastikan kapan sistem kelistrikan di Malang Raya pulih sepenuhnya.

Pemadaman terjadi secara bergilir di sejumlah wilayah dengan waktu yang berbeda-beda. Ada daerah yang mengalami pemadaman pada siang hari, sementara wilayah lain harus menghadapi listrik padam saat malam.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Talok, Kecamatan Turen. Pada Kamis (18/6), listrik di kawasan tersebut padam sekitar pukul 12.00 WIB dan baru kembali menyala sekitar pukul 15.00 WIB.

Selama tiga jam, berbagai aktivitas warga terhenti.

Bagi masyarakat yang mengandalkan listrik untuk bekerja, kondisi tersebut tentu sangat mengganggu. Apalagi, pemadaman sering kali datang tanpa bisa diprediksi.

"Kebetulan saya punya usaha kue, jadi sulit kalau listrik tiba-tiba mati," ujar Afin, warga Desa Talok.

Keluhan serupa juga banyak disampaikan warga melalui media sosial. Mereka berharap PLN segera memberikan kepastian mengenai jadwal pemadaman maupun waktu pemulihan sistem agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Malang Agung Wibowo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

Menurut Agung, saat ini sistem kelistrikan di Malang Raya masih menghadapi gangguan jaringan serta kendala teknis operasional pada pembangkit. Karena itu, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban secara terbatas untuk menjaga agar sistem tidak mengalami gangguan yang lebih besar.

"Perbaikan itu perlu kami ambil untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pemulihan membutuhkan waktu karena harus dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi jaringan di lapangan.

PLN juga terus melakukan berbagai upaya perbaikan agar sistem kelistrikan kembali normal dan masyarakat dapat menikmati pasokan listrik secara penuh.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pemadaman bergilir tersebut akan berakhir.

Seluruh proses masih bergantung pada penyelesaian perbaikan jaringan dan pemulihan operasional pembangkit yang mengalami kendala.

Karena itu, PLN meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pemulihan berlangsung.

Selain menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, PLN memastikan seluruh personel teknis terus bekerja di lapangan untuk mempercepat normalisasi sistem.

Bagi warga Malang Raya, harapan terbesar tentu sederhana: listrik kembali stabil agar aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga roda ekonomi dapat berjalan normal tanpa dihantui pemadaman yang datang sewaktu-waktu. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#listrik bergilir #PLN Malang #Gangguan jaringan #malang raya #pemadaman listrik