Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Ipuk: Data Akurat Jadi Penentu Arah Banyuwangi 10 Tahun

Sigit Hariyadi • Kamis, 18 Juni 2026 | 04:30 WIB
SIAP BERTUGAS: Bupati Ipuk mengalungkan tanda pengenal petugas pada rangkaian Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (27/6). (Humas Pemkab Banyuwangi)
SIAP BERTUGAS: Bupati Ipuk mengalungkan tanda pengenal petugas pada rangkaian Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (27/6). (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) resmi dimulai di Banyuwangi. Pendataan berskala nasional terhadap seluruh unit usaha dan perusahaan di luar sektor pertanian itu akan menjadi fondasi penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di Banyuwangi dalam satu dekade mendatang.

Pesan itu disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkai dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (17/6).

Apel tersebut diikuti ratusan petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi, jajaran ASN, serta dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan dan Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam. Sementara kepala desa, Korwilkersatdik, kepala sekolah, dan guru mengikuti secara daring.

Ipuk menegaskan, sensus ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali memiliki posisi strategis karena menjadi dasar pengambilan kebijakan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Dengan data yang akurat dan komprehensif, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ipuk.

Menurut dia, bagi Banyuwangi, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda statistik. Pendataan tersebut akan memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan usaha masyarakat, sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat, hingga potensi ekonomi baru yang layak dikembangkan.

Selain itu, pemerintah juga dapat memetakan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha serta peluang yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Karena itulah keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya kepentingan BPS, tetapi merupakan kepentingan kita semua,” tegasnya.

Ipuk pun mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk berpartisipasi aktif dalam sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.

Dia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT/RW untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus di lapangan.

“Bangun koordinasi yang baik, fasilitasi pelaksanaan di lapangan, dan pastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, serta lancar,” pintanya.

Tak hanya itu, Ipuk secara khusus meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam mendukung pendataan nasional tersebut. ASN diharapkan menjadi duta kesadaran data yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi.

“Ketika menerima kunjungan petugas sensus, ASN harus memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya,” katanya.

Kepada para petugas sensus, Ipuk juga menyampaikan apresiasi atas tugas besar yang diemban. Menurutnya, pekerjaan para petugas tidak sekadar mengumpulkan angka dan data statistik.

Lebih dari itu, mereka sedang membantu menyiapkan fondasi pembangunan daerah dan bangsa untuk masa depan.

“Kepada seluruh petugas sensus, kami berikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Tugas yang saudara emban bukan sekadar mengumpulkan angka. Saudara sedang membantu menyiapkan fondasi bagi masa depan pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

“Selamat bertugas, jalani tugas dengan baik,” imbuh Ipuk.

Momentum Hari Kesadaran Nasional yang dirangkai dengan apel siaga itu juga dimanfaatkan Ipuk untuk mengingatkan ASN agar terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.

“Mari kita satukan langkah, satukan energi, dan satukan tekad. Dengan semangat Banyuwangi ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) dan spirit tandang bareng, kita hadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain apel siaga, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan alat usaha bagi pelaku UMKM serta bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi. Bantuan yang disalurkan meliputi kursi roda, biaya pengobatan, modal usaha, hingga beasiswa pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi 2026 #Data usaha #sensus ekonomi #bps banyuwangi #Ipuk Fiestiandani