RADARBANYUWANGI.ID – Mega proyek Sekolah Rakyat (SR) berstandar internasional di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi terus dikebut. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah berasrama yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu rampung pada akhir Juli 2026.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah bahkan membuka peluang melibatkan anggota TNI apabila tenaga kerja lokal yang tersedia belum mencukupi.
Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Senin (15/6). Dalam kunjungannya, Dody meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek pendidikan terbesar di Banyuwangi.
Awalnya, proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Namun, berbagai pertimbangan teknis membuat jadwal penyelesaian mundur sekitar satu bulan.
Meski demikian, pemerintah memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan tuntas pada akhir Juli mendatang.
TNI Disiapkan Percepat Pembangunan
Dody mengungkapkan, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Dari total 93 Sekolah Rakyat yang dibangun di seluruh Indonesia, rata-rata progres pengerjaan telah mencapai 60 hingga 80 persen.
Menurutnya, pemerintah akan mencari berbagai cara agar pembangunan bisa selesai tepat waktu, termasuk menjalin koordinasi dengan TNI.
"Dari 93 SR se-Indonesia, rata-rata pembangunannya sudah mencapai 60 sampai 80 persen dari tahap penyelesaian. Untuk mempercepat pembangunannya, mungkin jika kekurangan pekerja lokal, akan kita koordinasikan dengan anggota TNI untuk membantu percepatan pembangunan," tegas Dody.
Ia menambahkan, rata-rata anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah mencapai Rp 200 miliar.
Nilai tersebut menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Program Prioritas Presiden Prabowo
Dody menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera.
Karena itu, konsep sekolah yang dibangun bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga asrama dan berbagai fasilitas penunjang yang seluruh kebutuhannya ditanggung pemerintah.
Mulai seragam sekolah, sepatu, tempat tinggal, makanan, hingga laptop akan disediakan bagi para siswa.
"Program ini untuk memuliakan keluarga pra sejahtera. Pemerintah ingin memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik tanpa terbebani biaya," ujarnya.
Target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029
Sekolah Rakyat di Muncar hanyalah satu dari rangkaian proyek pendidikan yang akan dibangun pemerintah.
Ke depan, jumlahnya akan terus bertambah.
Dody menyebutkan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 500 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tahun 2029.
Konsepnya adalah satu kabupaten minimal memiliki satu Sekolah Rakyat.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan lahan, anggaran, dan kebutuhan masing-masing daerah.
"Tiap satu kabupaten satu SR. Pembangunan dilakukan secara bertahap. Targetnya sampai dengan tahun 2029 sebanyak 500 Sekolah Rakyat," tambahnya.
Berdiri di Atas Lahan 6,8 Hektare
Sekolah Rakyat di Kecamatan Muncar dibangun di atas lahan seluas sekitar 6,8 hektare.
Berbagai fasilitas modern disiapkan untuk menunjang aktivitas belajar dan kehidupan siswa di dalam asrama.
Mulai musala, asrama putra dan putri, lapangan sepak bola, lapangan basket, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Sekolah tersebut dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Dengan kapasitas yang besar, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pusat pendidikan baru yang mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
"SR berkapasitas 1.000 siswa, semoga Juli sudah bisa beroperasi," harap Dody.
Gedung SMP Hampir Rampung
Sementara itu, Site Manager pembangunan Sekolah Rakyat Muncar, Ardi, mengatakan bahwa salah satu bangunan yang progresnya paling cepat adalah gedung SMP.
Menurut dia, tingkat penyelesaian gedung tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Bahkan, jika tidak ada kendala berarti, bangunan itu diperkirakan selesai dalam beberapa hari ke depan.
"Gedung SMP diperkirakan akan selesai empat hari lagi," tandasnya.
Dengan progres yang terus bergerak maju, Sekolah Rakyat di Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi simbol pemerataan pendidikan, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera untuk menggapai masa depan yang lebih baik. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin