Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kabar Baik untuk Banyuwangi, Pemerintah Percepat Jaringan Kereta Api Nasional hingga 10.524 Kilometer

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:11 WIB
KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasarsenen masuk lima besar kereta favorit program diskon 30 persen KAI selama libur sekolah 2026. (KAI)
Pemerintah mempercepat pembangunan jaringan kereta api nasional hingga 10.524 kilometer. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar baik datang bagi masyarakat Banyuwangi, khususnya petani, pedagang, dan pelaku usaha. Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang telah merasakan manfaat program pelayanan gerbong khusus untuk petani dan pedagang yang kini terus diperluas pemerintah. Program tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan dengan biaya transportasi yang lebih efisien.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan perkeretaapian merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transportasi berbasis rel sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu indikator kemajuan negara.

Menurutnya, pembangunan jaringan kereta api bukan hanya soal menambah panjang rel. Program tersebut juga bertujuan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui akses transportasi yang lebih mudah, biaya logistik yang lebih murah, dan terbukanya peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

“Pengembangan jaringan perkeretaapian nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, dan peluang ekonomi yang semakin terbuka,” ujarnya, dikutip Antara.

Penumpang Kereta Terus Meningkat

Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api terus menunjukkan tren positif. Kementerian Perhubungan mencatat jumlah penumpang kereta api pada 2025 hampir mencapai 550 juta orang.

Angka tersebut meningkat 8,8 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 500,5 juta penumpang. Kenaikan ini menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat karena dinilai aman, nyaman, dan efisien.

Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif nasional mencapai 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.

Pemerintah menargetkan jaringan tersebut berkembang menjadi 10.524 kilometer pada tahun-tahun mendatang. Artinya, akan ada tambahan sekitar 3.597 kilometer jaringan rel baru untuk memperkuat konektivitas nasional.

Dukung Logistik dan Ekonomi Daerah

Pengembangan perkeretaapian dilakukan sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Di Sumatera, jaringan rel diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua diproyeksikan menjadi wilayah pengembangan kereta logistik guna memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang tengah dipercepat pemerintah meliputi pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, hingga pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai kota.

Di Pulau Jawa, fokus pengembangan mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.

Dudy mengungkapkan pihaknya juga telah melaporkan rencana pengembangan kereta logistik, kereta wisata, dan jaringan rel Sumatera kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kereta logistik diharapkan mampu menekan biaya distribusi barang sekaligus mengurangi beban jalan raya. Sementara itu, kereta wisata diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah.

Banyuwangi Sudah Rasakan Manfaatnya

Dalam laporannya, Dudy menyebut pelayanan gerbong khusus untuk petani dan pedagang telah berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Layanan tersebut telah hadir di sejumlah daerah seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi.

Keberadaan layanan ini menjadi angin segar bagi petani dan pelaku usaha karena dapat membantu distribusi komoditas dengan biaya yang lebih terjangkau. Bagi daerah agraris dan tujuan wisata seperti Banyuwangi, peningkatan layanan perkeretaapian juga berpotensi memperkuat daya saing ekonomi lokal.

Selain mendukung sektor pertanian dan perdagangan, penguatan jaringan rel nasional akan menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, bandara, pusat pertumbuhan ekonomi, hingga destinasi wisata.

Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat dan nyaman, sementara dunia usaha memperoleh efisiensi logistik yang lebih tinggi.

Menuju Tulang Punggung Transportasi Nasional

Pemerintah juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, operator, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan jaringan dan layanan transportasi berbasis rel.

Dudy optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia. Dengan jaringan rel yang semakin luas, kualitas hidup masyarakat diharapkan meningkat, daya saing daerah semakin kuat, dan konektivitas antardaerah menjadi lebih baik.

Bagi Banyuwangi, penguatan jaringan kereta api nasional membuka peluang baru bagi sektor pertanian, perdagangan, logistik, dan pariwisata yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kereta api nasional #kereta logistik #pembangunan infrastruktur #Dudy Purwagandhi #banyuwangi