Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Demo “Menuju Indonesia Bangkrut”, BEM UI Soroti Prabowo, BBM, APBN, dan Rupiah

Ali Sodiqin • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi BEM UI gelar demo hari ini di Bundaran HI. (JawaPos.com)
Ilustrasi BEM UI gelar demo hari ini di Bundaran HI. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Gelombang kritik terhadap kebijakan pemerintah kembali menggema dari jantung ibu kota. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6) mulai pukul 15.00 WIB.

Aksi tersebut digelar sebagai respons atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat. Massa menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga berbagai kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan, demonstrasi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi publik terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami ingin menyuarakan kondisi yang saat ini dirasakan rakyat. Persoalan ekonomi, lapangan kerja, hingga kebijakan pemerintah menjadi perhatian utama dalam aksi ini,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pertama, menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Tuntutan ketiga adalah penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Massa menilai program-program tersebut perlu dievaluasi dari sisi efektivitas dan prioritas penggunaan anggaran negara.

Selanjutnya, mahasiswa juga menolak praktik militerisme di ranah sipil. Sementara tuntutan kelima adalah mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas berbagai kebijakan yang dianggap berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Aksi ini diperkirakan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai mahasiswa, buruh, guru, pedagang, hingga ibu rumah tangga. Karena dipusatkan di salah satu titik tersibuk Jakarta, demonstrasi berpotensi memicu kepadatan lalu lintas di kawasan Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin pada Jumat sore.

Mengantisipasi situasi tersebut, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.151 personel gabungan yang terdiri atas 3.651 anggota Polri dan 500 personel TNI untuk melakukan pengamanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, aparat juga bertugas memastikan aksi berlangsung aman dan tertib.

“Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” katanya.

Selain pengamanan massa, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di sekitar lokasi aksi. Pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Menjelang pelaksanaan aksi, BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan akibat demonstrasi tersebut.

Menurut Yatalathof, gangguan lalu lintas yang terjadi hanya bersifat sementara. Namun, ia menilai berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat telah berlangsung jauh lebih lama.

“Kemacetan lalu lintas hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi kemacetan mobilitas sosial, lapangan kerja, dan masa depan rakyat sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujarnya.

Dengan mengusung isu ekonomi dan tata kelola anggaran negara, aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar yang berlangsung di Jakarta pada pertengahan tahun 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Demo BEM UI #Bundaran HI #harga bbm #prabowo #APBN