Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Viral Pemadaman Bergilir Jatim, PLN Bantah Karena Batu Bara Langka

Ali Sodiqin • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:00 WIB
Hoaks atau Fakta? PLN buka suara soal infografis viral terkait pemadaman bergilir di Jawa Timur. (Tangkapan Layar Medsos)
Hoaks atau Fakta? PLN buka suara soal infografis viral terkait pemadaman bergilir di Jawa Timur. (Tangkapan Layar Medsos)

RADARBANYUWANGI.ID - Jagat media sosial kembali diramaikan kabar pemadaman listrik bergilir di Jawa Timur. Sebuah infografis yang diklaim berasal dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur beredar luas di berbagai grup percakapan dan media sosial, memicu kekhawatiran masyarakat terkait pasokan listrik yang disebut-sebut sedang mengalami defisit berat.

Keresahan itu semakin meluas setelah infografis tersebut disertai narasi yang mengaitkan potensi pemadaman dengan kelangkaan batu bara akibat melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Pesan berantai yang beredar bahkan menyebut masyarakat harus bersiap menghadapi pemadaman bergilir dalam beberapa malam ke depan karena sistem kelistrikan di Pulau Jawa sedang mengalami krisis pasokan energi.

Namun, PLN UID Jawa Timur memastikan informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Manajemen PLN secara tegas membantah bahwa kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini dipicu kelangkaan batu bara maupun fluktuasi nilai tukar dolar.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur, Kemas Abdul Gaffur, menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan listrik yang sempat terjadi disebabkan adanya program pemeliharaan sejumlah unit pembangkit listrik.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan dan bukan akibat persoalan pasokan bahan bakar pembangkit.

“Namun hari ini diharapkan berangsur-angsur membaik,” ujar Kemas saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).

Dalam infografis yang viral tersebut memang tercantum skema Manajemen Beban Siang (MLS) yang direncanakan menyasar 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di berbagai wilayah Jawa Timur. Data itu menunjukkan potensi pelanggan terdampak mencapai 497.268 pelanggan dengan pengurangan daya tahap pertama sebesar 124 megawatt (MW).

Meski demikian, PLN menegaskan bahwa langkah pengaturan beban dilakukan sebagai bagian dari manajemen sistem saat proses pemeliharaan pembangkit berlangsung. Kebijakan tersebut bersifat teknis dan tidak berkaitan dengan isu krisis batu bara sebagaimana narasi yang berkembang di media sosial.

Fenomena viralnya informasi ini menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap layanan kelistrikan. Pasalnya, listrik menjadi kebutuhan vital yang menopang aktivitas rumah tangga, usaha kecil, industri, hingga layanan publik.

Di luar Jawa Timur, persoalan pemadaman listrik juga menjadi perhatian sejumlah kepala daerah. Di Sumatera Utara, misalnya, pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memicu protes dari masyarakat dan pelaku usaha.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bahkan meminta PLN meningkatkan transparansi informasi kepada pelanggan. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui jadwal dan penyebab pemadaman agar dapat melakukan antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan.

“Masyarakat sudah mengeluh, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan penggunaan listrik,” ujarnya saat melakukan inspeksi ke Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara beberapa waktu lalu.

Bobby menilai gangguan layanan akibat kendala teknis sebenarnya masih bisa dipahami masyarakat. Namun, komunikasi yang terbuka dan penyampaian informasi yang jelas menjadi kunci agar tidak menimbulkan kepanikan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, PLN UID Jawa Timur memastikan kondisi sistem kelistrikan terus dipantau secara intensif. Seiring berjalannya proses pemeliharaan pembangkit, pasokan listrik diharapkan kembali normal sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berlangsung optimal.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi jawaban atas beredarnya berbagai spekulasi yang mengaitkan pemadaman dengan krisis batu bara dan pelemahan nilai tukar rupiah. PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut murni disebabkan kebutuhan pemeliharaan teknis demi menjaga keandalan pasokan listrik jangka panjang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#PLN Jatim #listrik bergilir #defisit daya #batu bara #pemadaman listrik