RADARBANYUWANGI.ID – Sistem kelistrikan Jawa Timur tengah menghadapi tekanan serius. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengungkapkan kondisi pembangkitan listrik mengalami defisit sehingga memaksa perusahaan menerapkan skema manual load shedding atau pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem.
Informasi tersebut tertuang dalam pembaruan resmi PLN UID Jatim yang dirilis Senin (8/6/2026) pukul 13.11 WIB. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sistem pembangkitan mengalami kekurangan daya sehingga diperlukan manajemen beban siang sebesar 250 megawatt (MW) guna menjaga cadangan putar tetap berada di level aman 500 MW.
Akibat kebijakan tersebut, sebanyak 35 penyulang, 1.943 gardu distribusi, dan sekitar 497.268 pelanggan tercatat terdampak pemadaman pada tahap awal pelaksanaan.
Defisit Pembangkitan Paksa PLN Kurangi Beban Sistem
Berdasarkan data operasi sistem yang dipublikasikan PLN, beban puncak siang mencapai 34.199 MW dengan daya mampu pasok sekitar 33.959 MW. Selisih tersebut memicu kondisi defisit yang berpotensi mengganggu stabilitas jaringan apabila tidak segera dilakukan pengurangan beban.
Karena itu, PLN menerapkan skema manual load shedding secara bertahap mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Tahap pertama dilakukan pada pukul 13.00 WIB dengan pengurangan beban sebesar 124 MW.
Langkah ini merupakan prosedur darurat yang lazim dilakukan operator sistem kelistrikan ketika pasokan energi tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi secara penuh.
Banyuwangi hingga Surabaya Masuk Daftar Terdampak
Pemadaman bergilir tidak hanya terjadi di satu wilayah. Data PLN menunjukkan sedikitnya 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) terdampak, termasuk Banyuwangi, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Kediri, Mojokerto, Madiun, Jember, hingga Ponorogo.
Sementara pada level Unit Layanan Pelanggan (ULP), lebih dari 30 wilayah tercatat masuk daftar terdampak. Di antaranya Banyuwangi, Rogojampi, Genteng, Bondowoso, Bangil, Pandaan, Lamongan, Ngawi, Trenggalek, Kediri Kota, hingga sejumlah wilayah Surabaya.
Sebaran tersebut menunjukkan bahwa gangguan pasokan tidak bersifat lokal, melainkan memengaruhi sistem distribusi di berbagai daerah Jawa Timur.
Beredar Pesan Kelangkaan Batu Bara
Di tengah pemadaman yang terjadi, beredar pesan berantai di berbagai grup media sosial yang menyebut defisit listrik dipicu kelangkaan batu bara akibat kenaikan harga dolar AS.
Namun hingga saat ini, informasi resmi yang dirilis PLN hanya menyebut adanya kondisi defisit pembangkitan dan kebutuhan menjaga cadangan putar sistem. Belum terdapat keterangan resmi yang menyatakan penyebab defisit berasal dari kelangkaan pasokan batu bara.
Karena itu masyarakat diimbau mengacu pada informasi resmi PLN dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
PLN Diminta Segera Beri Kepastian
Pemadaman yang berdampak pada hampir setengah juta pelanggan ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama pelaku usaha, sektor industri, hingga rumah tangga yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
Warga kini menunggu penjelasan lebih rinci dari PLN mengenai penyebab defisit pembangkitan, estimasi durasi pemadaman, serta langkah yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi sistem kelistrikan Jawa Timur ke posisi normal.
Sementara itu, masyarakat diimbau menyiapkan langkah antisipasi apabila pemadaman bergilir masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sembari menunggu pembaruan resmi dari PLN terkait perkembangan kondisi sistem kelistrikan di Jawa Timur.
PLN Minta Maaf soal Pemadaman Bergilir, Ternyata Ada Penguatan Sistem
Sementara itu, keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergantian yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur akhirnya mendapat penjelasan resmi dari PT PLN (Persero). Perusahaan listrik negara itu menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan menegaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan penguatan sistem kelistrikan demi menjaga keandalan pasokan listrik jangka panjang.
Penjelasan tersebut disampaikan setelah dalam beberapa hari terakhir muncul berbagai keluhan dari masyarakat mengenai padamnya aliran listrik di sejumlah daerah. Sebagian pelanggan bahkan mempertanyakan penyebab pemadaman yang terjadi secara bergantian dan berlangsung selama beberapa jam.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Dana Puspita Sari, mengatakan pekerjaan yang saat ini dilakukan bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sistem distribusi listrik di Jawa Timur.
“Dalam rangka menjaga keandalan sistem kelistrikan dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, PLN UID Jatim saat ini tengah melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Mengapa Listrik Dipadamkan?
Dana menjelaskan, selama proses pekerjaan berlangsung, PLN perlu melakukan penghentian sementara pasokan listrik di sejumlah titik yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan teknis dapat berjalan aman dan sesuai standar operasional.
Menurutnya, pemadaman yang dilakukan bersifat terbatas dan hanya berlaku pada lokasi-lokasi tertentu yang masuk dalam area pekerjaan penguatan jaringan.
“Untuk mendukung pekerjaan tersebut, diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi terdampak selama proses pekerjaan berlangsung,” katanya.
PLN menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan di masa mendatang. Dengan penguatan jaringan, risiko gangguan dan pemadaman tidak terencana diharapkan dapat ditekan.
PLN Akui Ketidaknyamanan Pelanggan
Pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir memang menimbulkan dampak bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga kegiatan perkantoran di sejumlah wilayah sempat terganggu akibat terhentinya pasokan listrik.
Menyikapi hal itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Perkembangan proses pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan,” ujar Dana.
PLN juga mengaku memahami keluhan masyarakat yang membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Fokus Tingkatkan Keandalan Listrik
Penguatan sistem kelistrikan yang dilakukan PLN merupakan bagian dari program peningkatan kualitas jaringan distribusi di Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem mampu menghadapi peningkatan kebutuhan listrik yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Selain meningkatkan kapasitas jaringan, pekerjaan ini juga ditujukan untuk memperkuat keandalan sistem sehingga risiko gangguan akibat beban tinggi maupun faktor teknis lainnya dapat diminimalkan.
PLN memastikan akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pekerjaan dan proses normalisasi pasokan listrik melalui berbagai kanal komunikasi resmi perusahaan.
Masyarakat juga diimbau untuk memantau pengumuman resmi PLN terkait jadwal pemadaman maupun progres pemulihan di wilayah masing-masing agar dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
Dengan selesainya pekerjaan penguatan sistem tersebut, PLN berharap kualitas layanan listrik di Jawa Timur semakin andal, stabil, dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. (*)
Editor : Ali Sodiqin