Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Prosiwangi Segmen Gending-Besuki Ditarget Beroperasi Penuh Juli 2026

Ali Sodiqin • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:00 WIB
Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi adalah salah satu jalan tol dengan panorama indah. (Facebook @PUPR BPJT)
Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi adalah salah satu jalan tol dengan panorama indah. (Facebook @PUPR BPJT)

RADARBANYUWANGI/ID - Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton-Besuki ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Juli 2026. Kepastian ini disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur, Javid Hurriyanto, setelah proses uji laik fungsi memasuki tahap penyelesaian tindak lanjut.

“Rencananya bulan Juli 2026 beroperasi,” ujar Javid, Rabu (8/4/2026).

Ruas tol tersebut sebelumnya sempat dibuka secara fungsional selama arus mudik Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Namun, setelah masa mudik selesai, segmen Gending hingga Besuki kembali ditutup sementara untuk proses evaluasi dan penyempurnaan teknis.

Uji Kelayakan Jadi Penentu

Menurut Javid, saat ini tiga segmen utama Tol Prosiwangi tengah menjalani proses uji kelayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Tahapan tersebut menjadi syarat wajib sebelum ruas tol dapat dioperasikan secara permanen.

“Segmen Gending-Kraksaan, Kraksaan-Paiton, dan Paiton-Besuki masih menunggu proses penyelesaian tindak lanjut uji laik fungsi,” katanya.

Uji laik fungsi dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur jalan, jembatan, drainase, rambu, hingga sistem keselamatan memenuhi standar operasional nasional. Pemerintah ingin memastikan tol aman dan nyaman digunakan sebelum dibuka untuk umum.

Panjang Ruas Capai Hampir 50 Kilometer

Tol Prosiwangi segmen Gending-Besuki memiliki total panjang hampir 50 kilometer yang terbagi menjadi tiga bagian utama:

Jika seluruh segmen resmi beroperasi, perjalanan dari Probolinggo menuju Situbondo bagian barat diperkirakan menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Kehadiran tol ini juga diharapkan memangkas kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Jawa Timur yang selama ini menjadi jalur utama kendaraan logistik dan wisata.

Dampak Ekonomi dan Mobilitas

Pengoperasian penuh Tol Prosiwangi dinilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi kawasan tapal kuda Jawa Timur. Ruas ini akan memperkuat konektivitas antara Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi yang merupakan pusat industri, pertanian, perikanan, dan pariwisata.

 

Selain itu, akses menuju destinasi wisata unggulan seperti Kawah Ijen, Baluran, dan Pantai Pasir Putih Situbondo diproyeksikan menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan.

Bagi pelaku usaha dan distribusi logistik, tol ini juga diharapkan menekan biaya transportasi serta mempercepat waktu tempuh pengiriman barang antarwilayah di Jawa Timur bagian timur.

Masih Menunggu Tindak Lanjut Akhir

Meski target operasi ditetapkan pada Juli 2026, BBPJN Jawa Timur menegaskan jadwal tersebut tetap bergantung pada penyelesaian seluruh rekomendasi hasil uji laik fungsi. Pemerintah memastikan tidak akan membuka ruas tol sebelum semua aspek keselamatan dinyatakan memenuhi standar.

Dengan progres yang terus berjalan, masyarakat kini menantikan dibukanya kembali Tol Prosiwangi segmen Gending-Besuki yang diyakini akan menjadi tulang punggung mobilitas baru di kawasan timur Jawa Timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Gending Besuki #Juli 2026 #Jalan Tol Jatim #BBPJN jatim #tol prosiwangi