RADARBANYUWANGI.ID – Wisatawan yang datang melalui jalur udara ke Banyuwangi dalam waktu dekat berpotensi memperoleh keuntungan tambahan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah menyiapkan program voucher diskon untuk hotel, penginapan, hingga restoran bagi penumpang pesawat yang datang maupun berangkat melalui Bandara Internasional Banyuwangi.
Program tersebut disiapkan sebagai strategi baru untuk menarik lebih banyak wisatawan di tengah kenaikan harga tiket pesawat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat yang bergantung pada industri pariwisata.
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja menegaskan, keberadaan program diskon tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke Banyuwangi.
"Keberadaan program diskon diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk datang ke Banyuwangi sekaligus meningkatkan dan menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Survei Hotel dan Restoran Masih Berlangsung
Melalui Seksi Angkutan Udara, Laut, dan Perkeretaapian, Dishub Banyuwangi saat ini masih melakukan survei ke sejumlah hotel, penginapan, dan restoran yang akan dilibatkan dalam program tersebut.
Seksi Angkutan Udara, Laut, dan Perkeretaapian Dishub Banyuwangi Ardhian Aprilianto menjelaskan, voucher nantinya diberikan kepada penumpang maskapai yang menggunakan layanan penerbangan melalui Bandara Internasional Banyuwangi.
Menurut dia, bandara merupakan salah satu gerbang utama masuknya wisatawan dan pelaku perjalanan dari berbagai daerah. Karena itu, insentif berupa potongan harga dinilai dapat menjadi stimulus yang efektif untuk meningkatkan kunjungan.
"Saat ini kami masih melakukan survei ke beberapa tempat penginapan hingga resto yang akan memberikan potongan harga bagi masyarakat yang berkunjung ke Banyuwangi melalui jalur udara," katanya.
Menjawab Tantangan Kenaikan Harga Tiket Pesawat
Program voucher diskon tersebut disiapkan di tengah kondisi industri penerbangan yang sedang menghadapi kenaikan biaya operasional. Sejak pertengahan Mei lalu, pemerintah memberlakukan tambahan biaya atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik kelas ekonomi akibat fluktuasi harga avtur.
Dampaknya mulai dirasakan pada harga tiket sejumlah rute penerbangan dari dan menuju Banyuwangi.
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi Holik Muardi mengatakan, kenaikan harga tiket menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah penumpang dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyebut, tarif penerbangan rute Banyuwangi–Jakarta yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,2 juta kini meningkat menjadi sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per penumpang. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 40 persen dibandingkan tarif normal sebelumnya.
"Naiknya harga bahan bakar dan dolar membuat biaya operasional penerbangan meningkat. Dampaknya tiket pesawat ikut naik," ujarnya.
Tiga Rute Reguler Jadi Andalan
Saat ini Bandara Internasional Banyuwangi melayani tiga rute penerbangan reguler yang menghubungkan Banyuwangi dengan sejumlah kota strategis.
Rute Jakarta dilayani maskapai Super Air Jet setiap hari dengan jadwal kedatangan pukul 10.15 dan keberangkatan pukul 10.55.
Sementara rute Surabaya dilayani Wings Air dengan jadwal kedatangan pukul 17.00 setiap Selasa, Kamis, dan Minggu. Untuk keberangkatan dari Banyuwangi dijadwalkan pukul 07.00 pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Adapun rute Lombok dilayani Wings Air setiap Rabu dan Minggu dengan jadwal kedatangan pukul 12.30 serta keberangkatan pukul 12.55.
Diharapkan Perkuat Efek Berganda Pariwisata
Pemkab Banyuwangi berharap program voucher diskon tidak hanya meningkatkan jumlah penumpang pesawat, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja mereka di sektor akomodasi maupun kuliner.
Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku usaha hotel dan restoran, tetapi juga merembet ke sektor lain yang menopang industri pariwisata daerah.
Jika segera terealisasi, program ini berpotensi menjadi salah satu strategi promosi wisata yang unik di Indonesia, di mana tiket pesawat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pintu masuk untuk memperoleh berbagai keuntungan selama berkunjung ke Banyuwangi. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin