Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga di 5 Provinsi Ini Diminta Jauhi Pantai Pasca Gempa M7,7 Laut Sulawesi

Ali Sodiqin • Senin, 8 Juni 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi gempa M7,6 di Sulawesi Utara picu tsunami di lima wilayah Sulut dan Maluku Utara. (Gemini AI)
BNPB imbau warga pesisir waspada tsunami usai gempa M7,7 Laut Sulawesi. Warga diminta evakuasi dan jauhi pantai sementara waktu. (Ilustrasi Gempa dibuat Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID – Ketegangan menyelimuti wilayah pesisir Indonesia timur setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Laut Sulawesi pada Senin pagi (8/6/2026). Pemerintah melalui BNPB mengeluarkan imbauan darurat kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tsunami dan segera menjauhi kawasan pantai.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 07.37 WITA dengan kedalaman 47 kilometer itu memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Meski kondisi lapangan hingga kini masih terpantau aman, pemerintah meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi perubahan situasi.

Warga Diminta Jauhi Pantai dan Sungai

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah di wilayah siaga telah diminta segera melakukan langkah evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.

“Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang berada dalam status siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib,” ujarnya.

BNPB juga meminta warga di wilayah berstatus waspada untuk sementara waktu menjauhi pantai, muara sungai, serta menghentikan aktivitas di perairan hingga ada pernyataan resmi aman.

Lima Wilayah Masuk Status Waspada

Sedikitnya lima provinsi menjadi fokus kewaspadaan, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Warga di pesisir wilayah tersebut diminta tidak beraktivitas di sekitar laut untuk menghindari risiko gelombang susulan.

Instruksi ini dikeluarkan sebagai bagian dari mitigasi dini terhadap potensi kenaikan muka air laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu pascagempa.

Koordinasi Lintas Instansi Diperketat

BNPB menyebut seluruh unsur penanggulangan bencana telah dikerahkan untuk memantau situasi, termasuk BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan di lapangan. Pemantauan dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Selain itu, sistem komunikasi kebencanaan terus diperkuat agar informasi resmi dapat diterima masyarakat dengan cepat dan akurat, sekaligus mencegah penyebaran kabar yang belum terverifikasi.

Kondisi Masih Aman, Warga Diminta Tenang

Hingga laporan terakhir, situasi di lapangan masih dalam kondisi terkendali. Namun BNPB menegaskan masyarakat tetap harus siaga dan tidak panik.

Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi jika situasi berubah.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik dan selalu mengikuti instruksi resmi dari petugas,” tegas Abdul Muhari.

Gempa Berpusat di Laut Sulawesi

Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut berpusat di Laut Sulawesi, dekat wilayah Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang berada di jalur seismik aktif Cincin Api Pasifik. Posisi ini membuat potensi tsunami sempat dikeluarkan sebagai langkah kewaspadaan awal oleh otoritas terkait.

Seiring masih berlangsungnya pemantauan oleh BMKG dan BNPB, masyarakat diimbau terus mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Laut Sulawesi #BNPB tsunami #gempa Sulawesi #evakuasi pesisir #Siaga Bencana