Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tsunami Mengancam Pascagempa M 7,7, BPBD Gorontalo Utara Minta Warga Jauhi Pantai

Ali Sodiqin • Senin, 8 Juni 2026 | 09:35 WIB
Gempa M 7,7 di barat laut Tahuna, Sangihe, Sulut memicu peringatan dini tsunami. BMKG minta warga pesisir segera menjauh dari pantai. (BMKG)
Gempa M 7,7 di barat laut Tahuna, Sangihe, Sulut memicu peringatan dini tsunami. BMKG minta warga pesisir segera menjauh dari pantai. (BMKG)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bergerak cepat menyikapi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi (8/6/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menggelar rapat darurat bersama bupati dan sejumlah instansi terkait untuk membahas langkah antisipasi bencana, terutama potensi tsunami yang telah diperingatkan oleh BMKG.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah gempa besar yang berpusat di laut memicu status siaga tsunami di sejumlah wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi, termasuk Kabupaten Gorontalo Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara, Sumitro Datunsolang, mengatakan rapat koordinasi digelar segera setelah informasi gempa dan potensi tsunami diterima dari BMKG.

“Kami sedang rapat yang dihadiri bupati dan instansi terkait,” ujar Sumitro saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Meski belum mengungkap hasil rapat karena pertemuan baru dimulai, Sumitro menyebut pembahasan difokuskan pada langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak gempa maupun tsunami.

Gempa Berpusat di Laut Sulawesi

Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi dengan episenter berada pada koordinat 5,80 derajat lintang utara dan 125,14 derajat bujur timur.

Lokasinya berada di laut, sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Karakteristik gempa yang terjadi di laut dan memiliki magnitudo besar membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak.

Hasil pemodelan menunjukkan adanya kemungkinan kenaikan muka air laut yang dapat memengaruhi kawasan pesisir di sekitar Laut Sulawesi.

Warga Diminta Menjauhi Pantai

Menindaklanjuti peringatan tersebut, BPBD Gorontalo Utara meminta masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi hingga situasi dinyatakan aman.

Menurut Sumitro, rekomendasi tersebut mengacu pada arahan resmi dari Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo yang menetapkan status siaga bagi wilayah yang berpotensi terdampak tsunami.

“Masyarakat diminta menjauhi pantai menuju tempat aman yang lebih tinggi,” katanya.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat Kabupaten Gorontalo Utara memiliki garis pantai yang panjang di sepanjang Laut Sulawesi. Wilayah ini juga memiliki sejumlah pulau kecil yang tersebar di bagian utara daratan Sulawesi sehingga memerlukan kewaspadaan lebih tinggi terhadap ancaman gelombang tsunami.

Fokus Mitigasi dan Keselamatan Warga

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait kini terus memantau perkembangan situasi di lapangan sambil menunggu pembaruan informasi resmi dari BMKG.

Selain mempersiapkan langkah evakuasi jika diperlukan, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti arahan dari lembaga resmi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa di wilayah Gorontalo Utara. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi tsunami masih dalam pemantauan otoritas terkait.

Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap siaga menghadapi kemungkinan perkembangan situasi pascagempa besar yang mengguncang kawasan Laut Sulawesi tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#BMKG tsunami #Gempa M 7 #Tsunami Sulawesi #BPBD Gorut #Laut Sulawesi