Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Antrean Truk Ketapang Masih 2,3 Km, Sopir Tunggu Hingga Tengah Malam

M Ksatria Raya • Minggu, 7 Juni 2026 | 04:00 WIB
TUNGGU ANTREAN: Salah satu sopir truk logistik, Anton, bersantai di atas kain yang ia ikatkan di antara kedua sisi truk yang parkir di area Dermaga Bulusan, Sabtu (6/5). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
TUNGGU ANTREAN: Salah satu sopir truk logistik, Anton, bersantai di atas kain yang ia ikatkan di antara kedua sisi truk yang parkir di area Dermaga Bulusan, Sabtu (6/5). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Antrean truk logistik yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk masih terjadi hingga Sabtu (6/6). Meski mulai berangsur terurai dibanding sehari sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 6,2 kilometer, kepadatan kendaraan berat masih membentang sepanjang 2,3 kilometer dan memaksa ratusan sopir menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran naik kapal.

Peningkatan volume kendaraan logistik menuju Bali dan Lombok menjadi faktor utama yang memicu kepadatan di jalur penyeberangan tersibuk antara Jawa dan Bali tersebut. Akibatnya, waktu tunggu penyeberangan kembali memanjang, terutama bagi kendaraan angkutan barang.

Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 13.00 WIB, antrean kendaraan berat terlihat membentang dari kawasan Dermaga Bulusan hingga mendekati Pelabuhan Tanjungwangi. Ratusan truk berjajar rapi di jalur antrean sambil menunggu giliran memasuki area pelabuhan.

Meski panjang antrean telah berkurang dibandingkan Jumat (5/6), kondisi tersebut tetap menyita waktu para sopir yang harus menunggu sejak pagi hingga malam hari.

Salah seorang sopir truk pengangkut baja ringan asal Kudus, Anton, mengaku telah memasuki antrean di Dermaga Bulusan sejak pagi. Hingga siang hari, dirinya masih belum mendapatkan kepastian waktu keberangkatan.

Menurut perkiraannya, jika kondisi antrean tidak mengalami perubahan signifikan, ia baru bisa menyeberang menuju Bali sekitar tengah malam.

“Saya antre masuk Dermaga Bulusan mulai pagi tadi. Mungkin baru bisa nyebrang sekitar tengah malam kalau antreannya masih banyak seperti ini,” ujarnya.

Untuk mengatasi kejenuhan selama menunggu, Anton memanfaatkan area parkir Dermaga Bulusan sebagai tempat beristirahat. Ia mengikatkan kain di sisi kanan dan kiri truk untuk membuat ruang teduh sederhana sembari menunggu panggilan masuk pelabuhan.

Bagi Anton, antrean panjang bukanlah hal baru dalam aktivitas distribusi logistik menuju Bali. Menurutnya, selain tingginya jumlah kendaraan yang hendak menyeberang, proses administrasi pelayaran juga ikut memengaruhi kelancaran arus kendaraan.

“Sudah biasa kalau antre waktu menyeberang. Mungkin karena volume truk logistik juga banyak, sambil menunggu penerbitan SPB,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan seorang sopir truk pengangkut sepeda motor asal Jember yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku telah menunggu sejak pagi dan memperkirakan baru memperoleh giliran menyeberang pada malam hari.

“Sudah menunggu sejak pagi. Ini memang sudah biasa, mungkin nanti malam baru dapat giliran nyebrang ke Bali,” tuturnya.

Dermaga Bulusan sendiri saat ini berfungsi sebagai titik pelayanan khusus kendaraan logistik dan truk besar yang akan menyeberang ke Bali. Selain menjadi lokasi bongkar muat dan antrean kendaraan berat, kawasan tersebut juga difungsikan sebagai buffer zone untuk mengurangi kepadatan yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang.

Keberadaan area penyangga ini menjadi bagian penting dalam pengaturan lalu lintas kendaraan logistik, terutama saat terjadi lonjakan distribusi barang maupun momentum libur panjang.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan bahwa lonjakan antrean dipicu meningkatnya jumlah kendaraan angkutan barang yang menuju Bali dan Lombok.

Menurutnya, peningkatan kendaraan besar menjelang akhir pekan memang kerap terjadi. Namun, volume kendaraan yang melintas pada pekan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kondisi normal harian.

“Memang ada peningkatan kendaraan besar yang menyeberang, termasuk tujuan Lombok. Karena kita lihat di Padang Bai juga cukup padat,” ujarnya.

Kepadatan di Pelabuhan Padang Bai, Bali, turut memberikan efek domino terhadap arus distribusi kendaraan dari Jawa. Sebab, sebagian besar kendaraan logistik yang menyeberang melalui Ketapang melanjutkan perjalanan menuju wilayah Bali hingga Lombok.

Meski antrean mulai berkurang dibandingkan sehari sebelumnya, operator pelabuhan masih terus melakukan pengaturan arus kendaraan agar proses penyeberangan tetap berjalan lancar. Sementara itu, para sopir berharap antrean segera normal agar distribusi logistik tidak terganggu dan waktu tunggu di pelabuhan dapat ditekan.

Dengan arus barang yang terus meningkat menjelang akhir pekan, Pelabuhan Ketapang kembali menunjukkan perannya sebagai urat nadi logistik yang menghubungkan aktivitas ekonomi Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#antrean truk Ketapang #Dermaga Bulusan #pelabuhan ketapang #gilimanuk #asdp ketapang