RADARBANYUWANGI.ID – Arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, lumpuh pada Jumat pagi (5/6/2026). Antrean panjang kendaraan logistik, bus, dan kendaraan besar mengular hingga beberapa kilometer dari area pelabuhan, bahkan mencapai kawasan wisata Pantai Watu Dodol dan terus merayap ke wilayah Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.
Kemacetan yang mulai terlihat sejak Kamis malam (4/6/2026) itu memicu keresahan para pengguna jalan. Hingga Jumat pagi, belum ada penjelasan resmi dari otoritas terkait mengenai penyebab pasti kepadatan maupun estimasi waktu normalisasi arus kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan kendaraan telah memenuhi kantong parkir dan area dalam Pelabuhan Ketapang. Sementara ribuan kendaraan lainnya tertahan di jalur nasional Banyuwangi–Situbondo.
Kondisi tersebut membuat aktivitas distribusi barang dan mobilitas penumpang menuju Bali terganggu.
Antrean Sudah Terjadi Sejak Kamis Malam
Kepadatan kendaraan sebenarnya mulai terbentuk sejak Kamis malam. Seiring bertambahnya volume kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali, antrean terus memanjang hingga memasuki Jumat dini hari.
Sejumlah pengendara mengaku kendaraan yang berada di dalam area pelabuhan nyaris tidak bergerak dalam waktu lama.
Andre, salah seorang pengguna jalan yang melintas di kawasan Ketapang, menyebut kendaraan yang sudah masuk ke area pelabuhan tampak tertahan tanpa pergerakan signifikan.
"Di dalam pelabuhan kendaraan masih parkir semua, belum kelihatan bergerak. Mayoritas truk logistik dan bus," ujarnya.
Sementara itu, pengguna jalan lainnya, Raditya, melaporkan antrean kendaraan dari arah utara telah mencapai kawasan Pantai Watu Dodol.
Bahkan berdasarkan informasi warga sekitar, ekor kemacetan terus bertambah hingga mendekati wilayah Bangsring.
Ekor Kemacetan Capai Bangsring
Warga Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi, R Kusuma A, mengaku kondisi antrean pada Jumat pagi jauh lebih panjang dibanding hari-hari biasa.
Menurutnya, kendaraan yang hendak menuju pelabuhan sudah mengular hingga wilayah Bangsring.
"Belum ada info resmi kenapa Ketapang macet. Ekor kendaraan sudah sampai Bangsring," katanya.
Panjang antrean yang mencapai beberapa kilometer itu membuat perjalanan pengguna jalan dari arah Situbondo menuju Banyuwangi maupun sebaliknya mengalami hambatan serius.
Sejumlah kendaraan pribadi juga terjebak dalam kepadatan karena harus berbagi jalur dengan antrean kendaraan logistik yang mendominasi akses menuju pelabuhan.
Sopir Truk Pilih Putar Balik
Kemacetan berkepanjangan membuat sebagian pengemudi memilih membatalkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang.
Salah satunya Riyan (27), sopir truk yang tergabung dalam komunitas Glenmore Raya Truk Lovers.
Riyan mengaku sempat terjebak antrean selama sekitar satu jam sebelum akhirnya memutuskan putar balik.
"Saya sudah menunggu satu jam. Daripada terjebak kemacetan berlarut-larut, lebih baik saya putar balik," ujarnya.
Dalam sejumlah video yang diunggahnya ke media sosial, Riyan memperlihatkan kondisi antrean kendaraan yang mengular panjang di jalur menuju pelabuhan.
Ia bahkan mengimbau rekan sesama sopir yang hendak menuju Bali agar mempertimbangkan kembali rute perjalanan.
Menurutnya, kemacetan yang terjadi berpotensi berlangsung cukup lama.
"Kalau mau ke Bali, siapkan balsem," ujarnya sambil bercanda menggambarkan panjangnya waktu tunggu.
CCTV Pantau Antrean hingga Terminal Sri Tanjung
Berdasarkan pemantauan kamera CCTV milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, antrean kendaraan pada Kamis sore hingga malam tercatat mengular sekitar tiga kilometer dari kawasan Pelabuhan Ketapang ke arah Situbondo.
Antrean terlihat berada di sekitar Terminal Sri Tanjung dan didominasi kendaraan angkutan barang.
Kepadatan tersebut menunjukkan adanya gangguan pada proses penyeberangan yang menyebabkan laju kendaraan masuk pelabuhan tidak sebanding dengan volume kendaraan yang datang.
Akibatnya, antrean terus bertambah dari jam ke jam.
Gelombang Tinggi Diduga Bukan Penyebab
Pada awalnya, kemacetan panjang ini diduga dipicu faktor cuaca berupa gelombang tinggi yang menghambat operasional kapal penyeberangan.
Namun sejumlah pengendara yang melintas pada Jumat pagi menyebut kondisi perairan Selat Bali sudah relatif normal.
Gelombang tinggi yang sebelumnya sempat terjadi tidak lagi terlihat signifikan.
Karena itu, muncul pertanyaan mengenai faktor lain yang menyebabkan arus kendaraan menuju pelabuhan tersendat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen ASDP maupun otoritas pelabuhan terkait penyebab pasti kemacetan.
Radar Banyuwangi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang untuk memperoleh informasi mengenai kondisi operasional penyeberangan serta langkah-langkah penanganan yang sedang dilakukan.
Pernah Terjadi Akhir Mei
Kemacetan panjang di akses Pelabuhan Ketapang bukan kali pertama terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pada akhir Mei lalu, antrean kendaraan sempat mencapai sekitar lima kilometer akibat kombinasi faktor surutnya air laut dan meningkatnya volume kendaraan logistik.
Saat itu sejumlah kapal penyeberangan mengalami kesulitan sandar karena kondisi air laut surut di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) Ketapang maupun Gilimanuk.
Gangguan operasional tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas layanan penyeberangan sehingga memicu antrean kendaraan yang sangat panjang.
Kini, kemacetan serupa kembali terjadi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku transportasi maupun dunia usaha yang bergantung pada kelancaran distribusi barang antara Pulau Jawa dan Bali.
Jalur Ketapang-Gilimanuk Jadi Nadi Logistik Nasional
Pelabuhan Ketapang merupakan salah satu simpul transportasi paling vital di Indonesia karena menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Bali.
Setiap hari ribuan kendaraan logistik, bus antarkota, kendaraan pribadi, hingga wisatawan melintasi jalur ini.
Karena itu, setiap gangguan operasional di pelabuhan hampir selalu berdampak luas terhadap distribusi barang, rantai pasok industri, sektor pariwisata, hingga aktivitas ekonomi di dua pulau.
Masyarakat dan pelaku transportasi kini menunggu penjelasan resmi dari otoritas terkait mengenai penyebab kemacetan serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengurai antrean yang terus memanjang menuju Pelabuhan Ketapang. (*)
Editor : Ali Sodiqin