RADARBANYUWANGI.ID - Suasana kawasan elite Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian nasional. Di tengah pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakhiri penggeledahan di rumah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim pada Kamis dini hari (4/6).
Penggeledahan yang berlangsung hingga lewat tengah malam itu menyisakan pemandangan yang memantik berbagai spekulasi. Dua kendaraan mewah yang berada di dalam area kediaman Silmy Karim tampak telah dipasangi segel KPK sebelum tim penyidik meninggalkan lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi saat kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) yang menyeret sejumlah pejabat Imigrasi tengah menjadi sorotan publik.
Dua Mobil Mewah Disegel Penyidik
Pantauan di lokasi menunjukkan penggeledahan berakhir sekitar pukul 00.03 WIB. Menjelang berakhirnya proses tersebut, tiga kendaraan operasional KPK memasuki halaman rumah yang berlokasi di kawasan prestisius Jakarta Selatan itu.
Saat pintu garasi terbuka, awak media yang telah menunggu sejak malam hari mendapati sebuah mobil sport mewah dua pintu berwarna silver dengan segel KPK terpasang pada bodinya.
Tak jauh dari kendaraan tersebut, sebuah mobil berwarna hitam juga terlihat telah dipasangi tanda penyitaan oleh penyidik.
Pemandangan itu langsung menjadi perhatian karena menjadi indikasi bahwa penyidik menemukan aset yang dinilai relevan untuk kepentingan pembuktian perkara yang tengah diusut.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, KPK belum menjelaskan status hukum kedua kendaraan tersebut, termasuk apakah kendaraan itu masuk kategori barang bukti, aset yang sedang ditelusuri, atau hanya diamankan sementara untuk kepentingan penyidikan.
Tim penyidik yang keluar dari lokasi memilih tidak memberikan komentar kepada wartawan. Seluruh personel langsung meninggalkan rumah menggunakan tiga unit kendaraan operasional.
Pengembangan Kasus OTT Imigrasi Jakarta Barat
Penggeledahan rumah Silmy Karim merupakan bagian dari rangkaian penyidikan pasca-OTT yang dilakukan KPK di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Kasus tersebut diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proses pengurusan dokumen izin tinggal bagi warga negara asing, baik Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) maupun Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
Dalam operasi yang berlangsung pada Rabu (3/6), KPK mengamankan sedikitnya 17 orang yang terdiri atas penyelenggara negara, aparatur sipil negara, hingga pihak swasta.
Di antara pihak yang diamankan terdapat nama mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024–2025, Saffar Godam, serta Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra.
Selain melakukan penangkapan, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa kendaraan, uang tunai dalam mata uang asing dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, hingga logam mulia.
Silmy Karim Sempat Dicari, Lalu Datang ke KPK
Nama Silmy Karim mulai menjadi perhatian setelah KPK mengungkap bahwa penyidik tengah mencari keberadaannya dalam rangkaian pengembangan OTT tersebut.
Tak lama setelah informasi itu beredar, Silmy akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu malam sekitar pukul 22.38 WIB.
Mantan Direktur Utama Krakatau Steel itu datang mengenakan batik cokelat dan didampingi sejumlah ajudan.
Kehadirannya langsung menyedot perhatian wartawan yang telah menunggu di depan gedung KPK. Namun Silmy memilih irit bicara.
Saat ditanya mengenai alasan kedatangannya, ia hanya menjawab singkat bahwa dirinya sedang menyelesaikan agenda.
KPK kemudian mengonfirmasi bahwa Silmy datang secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan penyidikan.
“Menyerahkan diri,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik bergerak melakukan penggeledahan ke kediaman Silmy Karim yang berlokasi di kawasan Brawijaya.
Garasi Rumah Jadi Sorotan
Selain dua mobil mewah yang disegel, bagian dalam garasi rumah Silmy Karim juga menjadi perhatian.
Dari pantauan visual yang sempat terlihat saat pintu garasi terbuka, terdapat sejumlah sepeda premium yang tersimpan dan tergantung di area penyimpanan kendaraan.
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi apakah aset-aset tersebut turut menjadi objek pendalaman penyidik.
KPK juga belum mengumumkan nilai aset yang diamankan maupun hasil lengkap penggeledahan.
Menteri dan Dirjen Imigrasi Hormati Proses Hukum
Menanggapi operasi yang dilakukan KPK, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
Menurut Agus, arahan kepada seluruh jajaran Imigrasi selama ini sudah jelas, yakni mengedepankan integritas dan kepatuhan terhadap aturan.
“Kita hormati proses hukum yang berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyatakan pihaknya siap mendukung penuh langkah KPK dalam membongkar dugaan praktik korupsi yang terjadi di lingkungan Imigrasi.
Ia menegaskan komitmen kepemimpinan baru di Direktorat Jenderal Imigrasi adalah melakukan pembenahan menyeluruh dan membersihkan institusi dari praktik-praktik penyimpangan.
Publik Menanti Sikap KPK
Penyegelan dua mobil mewah di rumah seorang wakil menteri menjadi perkembangan terbaru yang membuat kasus OTT Imigrasi Jakarta Barat semakin menyita perhatian publik.
Sejauh ini KPK masih memiliki waktu untuk mengumumkan konstruksi perkara, menetapkan status hukum para pihak yang diamankan, serta menjelaskan keterkaitan sejumlah pejabat tinggi yang namanya muncul dalam proses penyidikan.
Publik kini menanti hasil resmi konferensi pers KPK untuk mengetahui sejauh mana dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing tersebut berkembang, termasuk apakah penggeledahan di rumah Silmy Karim akan berujung pada penetapan status hukum baru dalam perkara yang sedang bergulir. (*)
Editor : Ali Sodiqin