RADARBANYUWANGI.ID – Nama Nanik Sudaryati Deyang mendadak menjadi sorotan nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Di tengah besarnya perhatian publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perempuan kelahiran Madiun itu kini memegang kendali salah satu lembaga paling strategis dalam pemerintahan.
Penunjukan Nanik diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6). Pergantian pucuk pimpinan BGN tersebut menjadi salah satu keputusan penting Presiden Prabowo mengingat lembaga itu bertanggung jawab atas pelaksanaan program unggulan yang menyasar jutaan anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.
Meski namanya belum sepopuler sejumlah pejabat kabinet, rekam jejak Nanik menunjukkan perjalanan karier yang panjang, mulai dari dunia jurnalistik, politik, pengentasan kemiskinan, hingga akhirnya dipercaya mengelola program gizi nasional.
Berawal dari Dunia Jurnalistik
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya dimulai dari dunia jurnalistik sebagai wartawati di Tabloid Bangkit.
Pengalamannya sebagai jurnalis menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan komunikasi publik yang kemudian mengantarkannya ke berbagai posisi strategis. Setelah aktif sebagai reporter, Nanik berkembang menjadi pimpinan di Kelompok Media Peluang (KMP), sebuah jaringan media yang cukup dikenal di kalangan dunia usaha dan ekonomi.
Latar belakang media tersebut membuat Nanik memiliki kemampuan membangun komunikasi dan jejaring yang luas, keterampilan yang kemudian menjadi modal penting saat memasuki dunia politik dan pemerintahan.
Masuk Lingkaran Politik Nasional
Nama Nanik mulai dikenal lebih luas ketika terlibat dalam berbagai aktivitas politik nasional. Ia tercatat menjadi bagian dari struktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur pada Pemilihan Presiden 2019.
Dalam tim pemenangan tersebut, Nanik menjabat sebagai Wakil Ketua BPN yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Keterlibatannya dalam tim pemenangan menjadi salah satu titik penting yang memperkuat kedekatannya dengan lingkaran politik Prabowo. Sejak saat itu, perannya dalam sejumlah agenda strategis pemerintahan semakin terlihat.
Dipercaya Tangani Pengentasan Kemiskinan
Sebelum masuk ke Badan Gizi Nasional, Nanik mendapat kepercayaan sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029.
Jabatan tersebut menempatkannya dalam berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan percepatan pengurangan angka kemiskinan nasional.
Pengalaman itu dinilai relevan dengan tugas-tugas di sektor gizi karena persoalan kemiskinan dan kualitas gizi masyarakat memiliki keterkaitan yang sangat erat.
Komisaris Independen Pertamina
Karier Nanik kembali mendapat sorotan ketika ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada Juni 2025.
Penunjukan tersebut memperlihatkan tingkat kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas manajerial dan pengawasan yang dimiliki Nanik. Sebagai komisaris independen di salah satu BUMN terbesar di Indonesia, ia terlibat dalam fungsi pengawasan terhadap tata kelola perusahaan energi nasional.
Meniti Karier di Badan Gizi Nasional
Langkah Nanik menuju pucuk pimpinan BGN dimulai pada September 2025. Saat itu Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Posisi tersebut membuatnya berada di jantung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas pemerintahan.
Dalam kapasitasnya sebagai wakil kepala, Nanik bertanggung jawab pada sejumlah bidang strategis, mulai komunikasi publik, penguatan koordinasi informasi nasional, hingga investigasi berbagai insiden keamanan pangan yang berkaitan dengan pelaksanaan program makan bergizi.
Ia juga memimpin pembentukan Tim Investigasi Khusus untuk menangani berbagai persoalan keamanan pangan yang muncul dalam implementasi program tersebut.
Tak lama berselang, melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025, Nanik kembali mendapat amanah sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Posisi itu membuatnya berperan mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga yang terlibat dalam program MBG, mulai dari aspek distribusi, pengawasan kualitas makanan, hingga pelaksanaan di daerah.
Dipilih Gantikan Dadan Hindayana
Puncak karier Nanik di pemerintahan terjadi pada 2 Juni 2026 ketika Presiden Prabowo memutuskan mengganti Dadan Hindayana dan menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Keputusan tersebut menempatkan Nanik sebagai orang nomor satu di lembaga yang mengelola salah satu program terbesar pemerintahan saat ini.
Penunjukan itu sekaligus menunjukkan bahwa Presiden memilih figur yang sudah memahami dinamika internal BGN serta telah terlibat langsung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sejak tahap awal.
Tantangan Berat Menanti
Meski memiliki pengalaman panjang di bidang komunikasi publik dan manajemen organisasi, tantangan yang dihadapi Nanik tidak ringan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional dengan anggaran besar dan cakupan penerima manfaat yang sangat luas. Di sisi lain, BGN juga menghadapi tuntutan untuk memastikan kualitas makanan, ketepatan distribusi, transparansi anggaran, serta pengawasan yang ketat di seluruh daerah.
Selain itu, Nanik juga harus menjawab berbagai kritik dan evaluasi publik terhadap pelaksanaan program yang selama ini berjalan.
Kemampuannya membangun koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor penentu keberhasilan kepemimpinannya di BGN.
Dari Wartawan ke Pucuk Pimpinan Program Strategis Nasional
Perjalanan Nanik Sudaryati Deyang mencerminkan transformasi karier yang tidak biasa. Berawal dari ruang redaksi sebagai wartawan, kemudian masuk ke dunia politik, dipercaya menangani pengentasan kemiskinan, menjadi komisaris BUMN strategis, hingga akhirnya memimpin Badan Gizi Nasional.
Kini, perempuan asal Madiun tersebut berada di garis depan salah satu program paling ambisius pemerintahan Prabowo. Keberhasilan atau kegagalannya dalam memimpin BGN akan menjadi salah satu penentu keberhasilan agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin