Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Era Baru Program Makan Bergizi Gratis Dimulai

Ali Sodiqin • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:23 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana (Nurul F/JawaPos.com)
Kepala BGN Dadan Hindayana (Nurul F/JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Kejutan besar terjadi di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Keputusan tersebut menandai perubahan besar di tubuh lembaga yang sejak awal dibentuk untuk mengawal agenda pemenuhan gizi nasional dan pelaksanaan program makan bergizi gratis bagi jutaan pelajar di Indonesia.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi, kepada wartawan.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pimpinan BGN selama menjalankan tugas membangun fondasi kelembagaan sejak badan tersebut dibentuk.

"Disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," lanjutnya.

Pergantian Mendadak di Tengah Sorotan Program MBG

Pencopotan Dadan menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah perjalanan Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

BGN memegang peran strategis dalam perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan program yang menyasar jutaan siswa, ibu hamil, balita, hingga kelompok rentan lainnya di seluruh Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum menjelaskan secara rinci alasan di balik pergantian pimpinan tersebut.

Namun keputusan yang diumumkan langsung dari Istana Negara menunjukkan bahwa evaluasi terhadap lembaga strategis tersebut dilakukan di level tertinggi pemerintahan.

Pergantian itu juga memunculkan berbagai spekulasi publik mengingat posisi Kepala BGN selama ini menjadi salah satu jabatan paling penting dalam mengawal program prioritas nasional.

Dadan Hindayana Dilantik Jokowi pada 2024

Dadan Hindayana merupakan sosok yang sejak awal dipercaya memimpin BGN ketika lembaga tersebut baru dibentuk pada masa akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ia dilantik pada 19 Agustus 2024 berdasarkan keputusan presiden yang menetapkannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pertama.

Saat itu, pembentukan BGN menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi janji utama pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024. 

Selama hampir dua tahun memimpin BGN, Dadan menjadi wajah utama berbagai kebijakan dan implementasi program MBG di lapangan.

Akademisi IPB dengan Rekam Jejak Panjang

Sebelum terjun ke pemerintahan, Dadan dikenal sebagai akademisi dan peneliti.

Ia merupakan dosen pada Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University dengan spesialisasi bidang entomologi atau ilmu serangga. 

Pria kelahiran Garut tersebut menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor pada 1990 sebelum melanjutkan studi ke Jerman. Ia menempuh pendidikan di University of Bonn dan kemudian meraih gelar doktor dari Leibniz Universität Hannover.

Selain aktif sebagai dosen dan peneliti, Dadan juga memiliki pengalaman memimpin berbagai institusi pendidikan serta terlibat dalam sejumlah program pembangunan sumber daya manusia dan pertanian. 

Sepanjang karier akademiknya, ia menghasilkan berbagai karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

BGN Jadi Lembaga Strategis Pemerintahan

Pencopotan Dadan terjadi pada saat Badan Gizi Nasional memegang peranan sentral dalam agenda pembangunan nasional.

Lembaga tersebut dibentuk khusus untuk memastikan pelaksanaan program pemenuhan gizi berjalan efektif, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menyedot anggaran negara dalam jumlah besar.

Karena itu, pergantian pimpinan BGN diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting yang mendapat perhatian publik, kalangan akademisi, hingga pelaku kebijakan.

Pengamat menilai sosok pengganti Dadan nantinya akan menghadapi tantangan besar, mulai dari penguatan tata kelola, pengawasan distribusi makanan, peningkatan kualitas layanan, hingga memastikan program MBG berjalan sesuai target pemerintah.

Publik Menunggu Penjelasan Resmi Istana

Meski pergantian telah diumumkan secara resmi, hingga Selasa malam belum ada penjelasan detail mengenai alasan pencopotan maupun arah kebijakan baru yang akan diterapkan setelah pergantian pimpinan BGN.

Publik kini menunggu langkah lanjutan pemerintah, termasuk siapa yang akan memimpin lembaga tersebut ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo.

Yang pasti, keputusan mencopot Dadan Hindayana menandai babak baru dalam perjalanan Badan Gizi Nasional. Pergantian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah melakukan evaluasi serius terhadap lembaga yang memegang peranan strategis dalam agenda peningkatan kualitas gizi nasional dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Dadan Hindayana dicopot #Kepala BGN #badan gizi nasional #prabowo subianto #Makan Bergizi Gratis