Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kurangi Risiko Kecelakaan dan Antrean Panjang, Flyover Sudirman Tangerang Ditargetkan Mulai Dibangun Pertengahan 2027

Lugas Rumpakaadi • Senin, 1 Juni 2026 | 06:19 WIB
Pembangunan flyover di Jalan Sudirman Kota Tangerang dinilai menjadi solusi permanen untuk menekan kecelakaan di perlintasan kereta api sekaligus mengurai kemacetan. (Pexels/Julien Goettelmann)
Pembangunan flyover di Jalan Sudirman Kota Tangerang dinilai menjadi solusi permanen untuk menekan kecelakaan di perlintasan kereta api sekaligus mengurai kemacetan. (Pexels/Julien Goettelmann)

RADARBANYUWANGI.ID - Rencana Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) membangun flyover atau simpang tidak sebidang (STS) di Jalan Sudirman, Kota Tangerang, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Proyek tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta api sekaligus mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

Anggota DPRD Kota Tangerang Apanudin menilai pembangunan flyover merupakan solusi permanen untuk menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi akibat pelanggaran di perlintasan sebidang. Menurut dia, masih banyak pengguna jalan yang nekat menerobos palang pintu atau melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan saat kereta melintas.

Dukungan terhadap pembangunan tersebut juga tidak lepas dari sejumlah insiden yang pernah terjadi. Salah satunya kecelakaan pada Februari 2026 ketika Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta menabrak sebuah truk di perlintasan sebidang JPL 21 antara Stasiun Poris dan Batuceper. Saat itu badan truk dilaporkan tersangkut di rel ketika kereta melintas dengan kecepatan tinggi.

Selain mendukung pembangunan flyover di Jalan Sudirman, DPRD Kota Tangerang juga mengusulkan pembangunan serupa di Jalan Maulana Hasanuddin yang menghubungkan Batuceper dan Poris. Usulan tersebut dinilai penting karena kawasan itu juga beririsan dengan jalur kereta api dan memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Apanudin mengatakan keberadaan flyover tidak hanya berdampak pada peningkatan keselamatan, tetapi juga mampu mengurangi antrean kendaraan yang selama ini terjadi akibat aktivitas perlintasan kereta Commuter Line lintas Duri–Tangerang.

“Pembangunan flyover pada titik yang beririsan dengan jalur kereta api merupakan kebutuhan mendesak mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut,” ujarnya, dikutip Antara.

Meski mendukung penuh, DPRD mengingatkan agar seluruh tahapan perencanaan dilakukan secara matang. Kajian lalu lintas dan dampak pembangunan harus disusun secara komprehensif agar proyek dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menegaskan bahwa pembangunan STS Sudirman memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Selama ini kawasan tersebut kerap mengalami kemacetan panjang akibat adanya perlintasan sebidang yang menjadi titik temu antara arus kendaraan dan perjalanan kereta api.

Menurutnya, proyek tersebut bukan hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang terus mematangkan persiapan pembangunan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti menjelaskan, flyover yang direncanakan memiliki panjang sekitar 600 meter dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp80 miliar.

Pemkot Tangerang bahkan telah mengajukan percepatan pelaksanaan proyek dari target semula pada 2028 menjadi 2027. Saat ini berbagai dokumen pendukung masih dalam proses penyusunan dan pengadaan.

Beberapa dokumen yang tengah disiapkan meliputi rekayasa lalu lintas, detail engineering design (DED), analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), hingga tahapan pembebasan lahan.

Yeti menambahkan, proses pembebasan lahan ditargetkan dapat dimulai setelah penyusunan DED rampung. Jika seluruh persyaratan administrasi dan teknis selesai sesuai jadwal, pembangunan fisik flyover di Jalan Sudirman diharapkan dapat dimulai pada pertengahan 2027.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#keselamatan lalu lintas #Perlintasan Kereta Api Tangerang #Flyover Sudirman Tangerang #BPJN Banten #Infrastruktur Kota Tangerang