Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Baru Bogor-Karawang Rp 34,75 Triliun Masuk Tahap Lelang, Pangkas Macet dan Hubungkan Kawasan Industri

Ali Sodiqin • Kamis, 28 Mei 2026 | 12:30 WIB
Profil Jalan Tol Pekanbaru–Dumai, tol pertama di Riau dan terpanjang garapan HKI, dilengkapi underpass gajah dan teknologi konstruksi modern.
ILUSTRASI jalan tol.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah mulai mempercepat proyek jalan tol baru di Jawa Barat yang diproyeksikan mengubah peta konektivitas wilayah Bogor hingga Karawang. Jalan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat dengan nilai investasi mencapai Rp34,75 triliun kini resmi memasuki tahap lelang, membuka jalan bagi dimulainya salah satu proyek infrastruktur terbesar di Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Proyek ini menjadi sorotan karena dirancang memangkas kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan utama pengguna jalan, terutama pada jalur menuju kawasan industri Karawang maupun akses ke Jakarta.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, kehadiran jalan tol baru tersebut dinilai bukan sekadar menambah ruas jalan, melainkan membuka koridor ekonomi baru yang mempercepat mobilitas orang serta distribusi logistik.

Ruas tol ini dirancang membentang sepanjang sekitar 60,36 kilometer dan menghubungkan kawasan Sentul Selatan hingga Karawang Barat.

Nantinya jalur tersebut akan menghubungkan dua titik strategis, yakni Sentul Junction dan Karawang Junction, sehingga perjalanan antardaerah diproyeksikan lebih cepat dan efisien.

Selain menjadi penghubung baru, proyek tersebut juga akan terintegrasi dengan beberapa ruas tol yang sudah beroperasi.

Berdasarkan rincian proyek, terdapat tiga titik persimpangan utama atau junction yang disiapkan untuk memperkuat jaringan konektivitas.

Tiga simpul itu terhubung dengan Bogor Ring Road, Jakarta-Cikampek Selatan, serta Jakarta-Cikampek.

Keberadaan junction tersebut dipandang penting karena dapat mempermudah akses kendaraan tanpa harus bergantung pada jalur-jalur padat yang selama ini menjadi titik kemacetan.

Masyarakat dari Bogor menuju Karawang atau sebaliknya diperkirakan dapat menikmati waktu tempuh yang lebih singkat.

Masuk Tahap Lelang, Registrasi Sudah Ditutup

Tahapan proyek kini bergerak ke proses pengadaan badan usaha.

Informasi dari Badan Pengatur Jalan Tol menyebut registrasi prakualifikasi peserta lelang telah ditutup pada awal Mei 2026.

Penutupan registrasi tersebut menjadi sinyal bahwa proyek mulai bergerak menuju tahapan administrasi lanjutan sebelum penetapan pemenang dan persiapan konstruksi dilakukan.

Dengan proses lelang yang telah berjalan, proyek diperkirakan segera masuk fase berikutnya apabila seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

Gunakan Skema DBFOMT Selama 40 Tahun

Pembangunan jalan tol ini menggunakan skema Design Build Finance Operational Maintenance Transfer (DBFOMT).

Melalui pola tersebut, badan usaha nantinya bertanggung jawab terhadap desain proyek, pembangunan fisik, pembiayaan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga pengalihan setelah masa konsesi berakhir.

Pemerintah menetapkan masa konsesi selama 40 tahun.

Sementara pengembalian investasi dirancang melalui skema user charge atau tarif penggunaan jalan tol.

Kementerian Pekerjaan Umum bertindak sebagai penanggung jawab proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Sedangkan dukungan jaminan proyek direncanakan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Disiapkan Empat Jalur Dua Arah

Secara teknis, jalan tol Sentul Selatan–Karawang Barat akan dibangun dengan konfigurasi empat jalur dua arah atau 4x2.

Desain tersebut disiapkan untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan pada masa mendatang, terutama karena jalur ini akan melayani kawasan dengan aktivitas industri dan mobilitas tinggi.

Pemerintah berharap keberadaan tol baru mampu mengurangi beban lalu lintas di ruas Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi salah satu jalan tol tersibuk di Indonesia.

Selain mempercepat konektivitas, proyek ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan kawasan baru di sekitar jalur tol.

Sektor industri, perdagangan, hingga properti diperkirakan menjadi sektor yang paling merasakan efek pembangunan infrastruktur tersebut.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Tol Sentul Selatan–Karawang Barat berpotensi menjadi salah satu proyek strategis yang mengubah lanskap ekonomi dan transportasi Jawa Barat dalam jangka panjang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Tol Sentul Selatan Karawang Barat #tol Bogor Karawang #proyek tol Jawa Barat #investasi Rp34 triliun #jalan tol baru