Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Libur Iduladha 2026 Dongkrak Penumpang Kereta ke Blitar, Wisata Sejarah dan Kuliner Jadi Magnet Utama

Ali Sodiqin • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:15 WIB
Stasiun Blitar yang menjadi stasiun utama d Blitar Raya. (FACEBOOK DARDIRI DARDAK)
Stasiun Blitar yang menjadi stasiun utama d Blitar Raya. (FACEBOOK DARDIRI DARDAK)

RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang Iduladha 2026 kembali memicu lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai daerah. Di tengah tren perjalanan singkat atau short escape yang semakin populer, Kota Blitar muncul sebagai salah satu destinasi favorit yang mengalami peningkatan arus penumpang kereta api secara signifikan.

Kota yang dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno itu kini semakin mudah dijangkau melalui berbagai layanan kereta api lintas Jawa. Konektivitas tersebut membuat Blitar semakin diminati sebagai tujuan wisata sejarah, budaya, hingga liburan keluarga saat akhir pekan maupun musim libur nasional.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat selama Januari hingga April 2026, Stasiun Blitar melayani total 146.399 pergerakan pelanggan.

Jumlah tersebut terdiri atas 70.638 pelanggan naik dan 75.761 pelanggan turun di Stasiun Blitar selama empat bulan pertama tahun ini.

Khusus April 2026, volume penumpang tercatat mencapai 17.497 pelanggan naik dan 17.698 pelanggan turun. Angka tersebut diprediksi kembali melonjak selama periode libur panjang Iduladha Mei hingga awal Juni 2026.

Tren Liburan Singkat Dorong Lonjakan Penumpang Kereta

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pola perjalanan masyarakat saat ini menunjukkan peningkatan minat terhadap perjalanan jarak menengah menggunakan transportasi publik.

Menurut Anne, masyarakat kini cenderung memilih perjalanan praktis dengan waktu tempuh yang pasti, terutama untuk momentum long weekend seperti Iduladha.

“Blitar memiliki karakter destinasi yang kuat karena menggabungkan wisata sejarah, budaya, alam, dan kuliner dalam satu kawasan yang relatif mudah dijangkau menggunakan kereta api. Konektivitas ini membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang praktis dengan waktu tempuh yang terukur,” ujar Anne.

Fenomena tersebut sejalan dengan perubahan gaya mobilitas masyarakat modern yang kini lebih fleksibel dan spontan dalam merencanakan perjalanan.

Kereta api dinilai menjadi moda transportasi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut karena menawarkan kenyamanan, kepastian jadwal, dan akses antarkota yang luas.

Stasiun Blitar Jadi Simpul Strategis Lintas Jawa

Posisi Stasiun Blitar dinilai sangat strategis karena dilalui berbagai layanan kereta api lintas selatan, tengah, hingga utara Pulau Jawa.

Hal tersebut membuat akses menuju Blitar semakin mudah dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Malang, hingga Surabaya.

Pada jalur selatan Jawa, Stasiun Blitar melayani KA Malabar relasi Bandung–Malang pulang pergi serta KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong.

Sementara untuk lintas tengah dan utara Jawa, sejumlah kereta populer juga berhenti di Stasiun Blitar seperti KA Gajayana, KA Brawijaya, KA Majapahit, KA Matarmaja, KA Brantas, KA Singasari, KA Kertanegara, hingga KA Malioboro Ekspres.

Tak hanya itu, mobilitas regional masyarakat Jawa Timur juga didukung layanan Commuter Line Dhoho dan Penataran yang menghubungkan sejumlah kota di wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat Blitar semakin terkoneksi dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat di Pulau Jawa.

Wisata Bung Karno hingga Kampung Coklat Jadi Daya Tarik

Kemudahan akses transportasi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal di Blitar.

Mayoritas wisatawan yang datang ke kota ini biasanya mengunjungi sejumlah destinasi ikonik seperti Makam Bung Karno, Istana Gebang, dan Monumen PETA yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Selain wisata sejarah, Blitar juga menawarkan destinasi alam dan wisata keluarga yang semakin populer.

Beberapa lokasi yang kerap menjadi tujuan wisatawan antara lain Pantai Serang, Rambut Monte, Kampung Coklat, hingga Blitar Park.

Keberagaman destinasi tersebut membuat Blitar mampu menarik berbagai segmen wisatawan mulai pelajar, keluarga, hingga wisatawan muda pencinta short trip.

KAI Imbau Masyarakat Pesan Tiket Lebih Awal

Melihat tingginya tren perjalanan selama libur panjang Iduladha, KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal.

Pemesanan tiket disarankan dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya agar penumpang mendapatkan pilihan jadwal perjalanan yang lebih fleksibel.

“Kereta api kini menjadi bagian dari gaya mobilitas masyarakat modern karena perjalanan dapat direncanakan lebih efisien, nyaman, dan tetap terhubung dengan banyak destinasi. Pada masa libur panjang seperti Iduladha, tren short escape dan perjalanan keluarga biasanya mengalami peningkatan,” jelas Anne.

Dengan terus meningkatnya konektivitas dan minat masyarakat menggunakan kereta api, Blitar diproyeksikan menjadi salah satu destinasi perjalanan paling ramai selama musim libur panjang Iduladha 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#libur Iduladha 2026 #Stasiun Blitar #wisata Blitar #KAI Blitar #tiket kereta api